11 Oktober 2018
Bunghatta.ac.id. Dr. Harfiandri Damanhuri, M. Sc., bersama tim memanfaatkan potensi besar kelautan Mentawai. Tim bergerak dari Kota Padang ke kawasan timur Pulau Sumatera, khususnya di Kab. Kepulauan Riau, Kecamatan Kepulauan Anambas dalam berbagai ilmu dan wawasan tentang konservasi biota (penyu) dan konservasi kawasan; konservasi dalam menjaga lingkungan; habitat kawasan pantai dan pulau kecil serta sumberdaya kelautan.

Setelah ke timur Sumatera, tim bergerak ke kawasan pantai gugusan barat Pulau Sumatera, khususnya gugusan Kabupaten Kepulauan Mentawai, tepatnya di ujung selatan Pulau Pagai Utara dan di ujung utara Pulau Pagai Selatan.

"Mentawai adalah pusat alur migrasi ikan tuna terbesar dunia, serta terdapat hampir 98 pulau kecil dan 1 pulau besar, yaitu Pulau Siberut yang unik dengan masyarakat dan budaya pedalamannya yang langka,"sebut Dr. Harfiandri Damanhuri, M. Sc.

"Tentu potensi besar ini harus terus didorong pertumbuhan, pemanfaatan, dan perkembangannya. Diharapkan akan dapat menjadi pemantik peningkatan ekonomi perikanan masyarakat pesisir di Gugusan Kepalauan Mentawai. Pemerintah Pusat melalui KKP RI menjadikan salah satu kawasan di Kepulauan Mentawai sebagai salah satu Sentra Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT) yang berlokasi di Kota Sikakap. Selain itu, SKPT juga mengurus Balai Benih Ikan Pantai (BBIP) Sikakap,"imbuh doktor yang mendalami ilmu konservasi penyu itu.

Di tengah kegiatan, selidik punya selidik, ternyata yang menjadi Kepala Sekretariat SKPT Mentawai ternyata Alumni Perikanan dan Kalautan FPIK-UBH, angkatan 1995 yang sudah malang melintang hampir 10 tahunan beraktifitas di Mentawai.

Dalam kegiatan itu, turut pula salah satu mahasisawa Teknik Kimia UBH, Ramayandi. "Saya berkesempatan berkunjung melihat secara langsung bagaimana kondisi lingkungan di dalam kawasan SKPT Mentawai,”ujarnya.

SKPT diharapakan dapat terus berkembang dan maju serta masyarakat pesisir dapat menikmati pertumbuhan ekonomi dengan sumberdaya alam laut yang kaya dan melimpah. (hd/UBH/26 Sept 2018).

Dilihat 487 ,Kali

Navigasi

Pilih Bahasa

Sosial Media