24 Oktober 2018
Bunghatta.ac.id. Dalam rangka kolaborasi perguruan tinggi dan masyarakat sipil dalam pemberantasan korupsi, Pusat Kajian Bung Hatta Anti Korupsi (BHAKTI) Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta mendapatkan kehormatan untuk menghadri Anti-Corruption Summit (ACS) 3, yang diadakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia bekerja sama dengan Universitas Hassanudin Makassar. Acara ACS 3 ini diselenggarakan sejak tanggal 23 Oktober sampai dengan 24 Oktober 2018. Dua orang dosen muda Fakultas Hukum, Hendriko Arizal dan Helmi Chandra SY menjadi perwakilan dari BHAKTI untuk mengikuti acara tersebut.

Anti Corruption Summit 3 ini menjadi sangat berkesan bagi BHAKTI karena untuk kali pertama BHAKTI diberikan kepercayaan untuk menjadi narasumber pada sesi diskusi Penguatan Kelembagaan Anti-Korupsi di Perguruan Tinggi dan Organisasi Masyarakat Sipil.

Diwakili oleh Hendriko Arizal sebagai ketua divisi pendidikan, ia memaparkan suatu karya ilmiah yang berjudul "Eksistensi Pusat Kajian Bung Hatta Anti Korupsi (BHAKTI) Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta dalam Gerakan Anti Korupsi Berbasis Perguruan Tinggi". Sebagai penanggap, diundang Dr. OC Madril, SH., MH. (Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi UGM), Adnan Topan Husodo, M.D.S (Indonesia Corruption Watch) dan Sujanarko, S.T, M.S.E (Direktur Pembinaan Jaringan Kerja Antar Komisi dan Instansi KPK).

Dalam Karya ilmiah ini dibahas berbagai program-program yang telah dilakukan oleh BHAKTI, kendala-kendala serta rencana BHAKTI ke depan dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi. Saran dan kritik yang diberikan oleh penanggap tentu saja merupakan sebuah suntikan semangat yang sangat berarti bagi BHAKTI untuk tetap berperan aktif dalam isu pencegahan dan pemberantasan korupsi.

Ditunjuknya BHAKTI sebagai narasumber pada acara tingkat nasional ini tentu saja patut disyukuri karena ini merupakan buah kerja keras volunteer BHAKTI (dosen dan mahasiswa FH Universitas Bung Hatta). Hal ini juga menunjukkan bahwasanya Universitas Bung Hatta adalah sebuah alternatif pergurauan tinggi yang sangat potensial untuk melawan dan mencegah korupsi mengingat bahwa Universitas Bung Hatta merupakan Perguruan Tinggi Swasta terbaik di wilayah Sumatera. Kampanye-kampanye perlawanan, pencegahan terhadap korupsi dan menumbuhkembangkan nilai-nilai integritas tentu saja sangat relevan dengan sikap-sikap baik Bung Hatta (jujur, disiplin dan santun, dan seterusnya).

Pada ACS ke 3 ini, juga diharapkan agar perguruan tinggi mengadakan mata kuliah pendidikan anti korupsi yang praktiknya di beberapa perguruan tinggi yang telah memasukkan mata kuliah tersebut pada kurikulumnya, di antaranya: Institut Teknologi Bandung, Universitas Paramadina, Universitas Telkom). Sebagai pusat kajian anti korupsi, BHAKTI Universitas Bung Hatta optimis merekomendasikan agar dimasukkannya Pendidikan Anti Korupsi dalam kurikulumnya dan Universitas Bung Hatta sehingga menjadi Role Model perguruan tinggi yang mempunyai semangat dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi.

Dilihat 394 kali

Navigation

Social Media