24 Oktober 2018
Bunghatta.ac.id. Sebuah prestasi yang membanggakan dan patut diacungi jempol. Mapala Proklamator Universitas Bung Hatta dipercaya sebagai tuan rumah kegiatan Temu Wicara Kenal Medan (TWKM) 2018. Setelah dilepas secara resmi 1.500 orang mahasiswa Mapala se-Indonesia oleh Rektor Universitas Bung Hatta, Prof. Dr. Azwar Ananda, M.A., Senin (22/10) lalu, kini, para mahasiswa pecinta alam yang tergabung dalam berbagai Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) se-Indonesia itu melakukan kegiatan kenal medan arung jeram, kenal medan gunung dan hutan di berbagai daerah di Sumatra Barat, salah satunya di Solok Selatan (Solsel) yang dipusatkan di Bumi Perkemahan Camintoran, Padang Aro, Sangir.

Asisten Perekonomian Setdakab Solsel, Epli Rahmat, yang menjadi inspektur upacara pada pembukaan kegiatan tersebut, pada Selasa (23/10) menyampaikan terima kasih karena telah mempercayakan Solsel menjadi bagian dari kegiatan Mapala se-Indonesia tersebut.

Epli berharap agar kedatangan peserta dari berbagai penjuru Indonesia tersebut bisa memperkenalkan Solsel sebagai daerah yang sangat asri, sejuk, serta bebas dari berbagai kebisingan dan polusi.

Epli mengatakan, "Khusus untuk areal perkemahan Camintoran, jika lokasi tersebut terus berbenah, InshaAllah jika berkunjung beberapa tahun lagi, akan jauh lebih baik perubahannya. Ada 13 hektare (ha) lahan Camintoran ini yang siap mendukung 'camping ground' dan sejenisnya. Sekarang, juga sedang dibangun 3 unit villa untuk penginapan keluarga dengan latar gunung dan hutan, danau buatan, taman bunga, dan fasilitas pendukung lainnya," tuturnya.

Panji, selaku Ketua Panitia TWKM dari Mapala Proklamator Universitas Bung Hatta mengatakan total peserta yang mengikuti kegiatan yang berlangsung sejak 22-27 Oktober 2018 adalah sebanyak 80 orang yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

"Untuk kenal medan gunung hutan sebanyak 57 orang dan arung jeram 23 orang," katanya.

Panji yang didampingi panitia lokal Solsel, Eka Satrya, mengatakan untuk arung jeram akan menelusuri sungai Liki dan sungai Sangir, sedangkan untuk gunung hutan akan menjelajahi Gunung Kerinci melalui jalur pendakian Solsel.

Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan yang telah diberikan Pemkab Solsel untuk melaksanakan kegiatan tersebut. Sekaligus diharapkan dapat membantu promosi wisata di daerah tersebut.

Didik, salah seorang peserta dari Mapala Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makasar mengatakan mereka berjumlah tiga orang yang akan mengikuti kegiatan Arung jeram dan gunung hutan. Didik berpesan Solsel harus terus merawat hutan dan lingkungan yang masih asri agar terus lestari ke depannya. (Rio)


Dilihat 401 kali

Navigation

Social Media