5 Desember 2018
Bunghatta.ac.id. Untuk membantu pemerintah dalam mewujudkan Sumatera Barat menjadi daerah industri, Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Bung Hatta (UBH) terus melakukan sinergi dengan sejumlah pihak. Terbaru, dilakukan penandatanganan MoU kerja sama Fakultas Teknologi Industri Universitas Bung Hatta dengan Institut Otomotif Indonesia (IOI) di Gedung B Balairung Caraka Kampus 1 Ulak Karang, kemarin (5/11).

Dalam MoU tersebut, dari pihak Universitas Bung Hatta, turut hadir Ketua Badan Pembina Yayasan Pendidikan Bung Hatta, Drs. Zuiyen Rais, M.S., Ketua Badan Pengurus, H.Masri Hasyar, S.H., dan Dekan FTI, Dr. Ir. Hidayat, M.T. Sementara itu, hadir dari pihak IOI, Presiden Institut Otomotif Indonesia, Ir. I Made Dana Tangkas, M. Si. IPU.

Ketua Badan Pengurus Yayasan Pendidikan Bung Hatta, H. Masri Hasyar, S.H., mengatakan bahwa dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0, perguruan tinggi mempunyai peran yang sangat besar. Oleh sebab, mulai saat ini, perguruan tinggi dituntut untuk menyiapkan diri.

"Universitas Bung Hatta, melalui Fakultas Teknologi Industri, sudah bergerak cepat. Bahkan, FTI menjadi fakultas yang pertama menyiapkan kompetensi mahasiswa agar mampu bersaing di masa akan datang, "ujar Masri Hasyar.

Menurut Masri Hasyar, jika kompetensi mahasiswa FTI terus mengalami peningkatan, hal ini turut berpengaruh terhadap kontribusi yang diberikan kepada masyarakat. Sebab, berbagai inovasi yang dilahirkan FTI bisa dimanfaatkan masyarakat untuk kegiatan usaha yang dilakukan.

"Kedepannya, kami mengharapkan kontribusi tersebut terus ditingkatkan, terutama dalam menciptakan peralatan berbasis teknologi yang dapat digunakan masyarakat, "katanya.

Menurut Dekan FTI, Dr. Ir. Hidayat, M.T., banyak hal yang bisa disinergikan FTI dengan pihak industri, Khususnya di bidang industri otomotif yang saat ini terus mengalami perkembangan.

"Melihat berbagai kompetensi dan keunggulan yang kami miliki saat ini, kami optimis FTI akan menjadi penggerak utama industri di Sumbar nantinya, "jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Presiden Institut Otomotif Indonesia, I Made Dana Tangkas saat kuliah umum mengatakan dalam menghadapi tantangan revolusi industri 4.0, perguruan tinggi mesti menyiapkan mahasiswa yang memiliki kompetensi unggul.

"Dalam membangun bangsa ini ke depan, peran perguruan tinggi sangat diharapkan. Seperti dalam membangun industri otomotif. Dunia industri tidak bisa lepas dari kontribusi perguruan tinggi, "jelasnya.

Di sisi lain, kata I Made, dalam membangun industri otomotif ada tiga aspek yang mesti diperhatikan, seperti paradigma, sistem, dan leader/pemimpin.

"Sekarang, bangsa kita baru menyadari terlambat membangun dunia industri khusunya industri otomotif. Ke depannya, diperlukan keseriusan agar industri menyumbang PDB terbesar bagi indonesia, "pungkasnya.
(Rio)

Dilihat 168 ,Kali

Navigasi

Pilih Bahasa

Sosial Media