26 Pebruari 2019
Bunghatta.ac.id. FTI UBH dengan 5 prodi mempersiapkan lulusannya menjadi Technopreneur. Hal ini sangat diperlukan dalam menghadapi era revolusi industri 4.0. Prodi tersebut adalah Teknik Mesin (S1), Teknik Elektro (S1), Teknik Industri.(S1), Teknik Kimia (S1) dan Teknologi Rekayasa Komputer Jaringan (D4).

Hal demikian diungkapkan oleh Dekan FTI, Dr. Hidayat, ST., M.T., IPM pada acara Sharing Session Team Revitalisasi FTI di Hotel Pangeran City (24/2/19). Kita memprogram lulusan FTI menjadi seorang technokrat yang berjiwa enterpreneur sehingga mampu mandiri dan membuka lapangan kerja baru. Hal ini sejalan dengan pemikiran Bung Hatta, yang menekankan pada prinsip ekonomi kerakyatan dalam membangun bangsa.

Kegiatan yang disponsori oleh BNI Cabang Padang, dengan narasumber motivator dan konsultan tersohor, Dedi Vitra Johor, pebisnis sukses, Roy Romi dan Ketua Ikatan Alumni ITB Sumbar, Prof. Marlina.

Dedi Vitra Johor, yang akrab disapa DVJ, mengungkapkan untuk sukses diperlukan hal-hal berikut, (1) jiwa social preneur, yaitu tindakan-tindakan yg menguntungkan orang lain (2) menjadikan budaya social preneur sebagai tindakan untuk meningkatkan nilai tambah (3) jadikan problem orang lain menjadi sebuah peluang (4) memperpendek waktu dalam bertindak, (5) membangun dan memperkuat komunitas yang bermanfaat bagi orang lain seperti jasa engineering, jasa konsultasi, (6) konsumen tidak peduli dengan produk tapi peduli dengan manfaat produk.

Sejalan dengan itu, Roy Romi mengungkapkan bahwa kita harus menetapkan satu impian ke depan, harus bertindak cepat, lakukan sesuatu di atas standar, ubah strategi, usaha yang boleh sustainable dan maju adalah yang adaptif terhadap zaman dan lingkungan.

Prof. Marlina menekankan pentingnya jejaring untuk bisa bertransformasi menjadi lebih baik. Pertemuan yang diinisiasi oleh ketua Team Revitalisasi FTI Iman Satria, ST., MT., IPM dihadiri oleh anggota tim, wakil dekan, ketua-ketua jurusan dan dosen FTI.

Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan revitalisasi yang dimaksudkan untuk menggali informasi langsung dari pelaku bisnis. Oleh sebab itu, diharapakan bechmarking ini dapat memberikan umpan balik bagi FTI untuk mengembangan proses belajar dan mengajar serta kurikulum yang berkarakter, mampu berpikir logis, argumentatif, kreatif, dan serta mempunyai cara pandang yang luas dan beda, ungkap Iman Satria.

Wakil Dekan FTI, Yusrizal Bakar, S.T, M.T dan semua tim revitalisasi FTI yang hadir pada pertemuan lebih kurang 2 jam itu, terlihat sangat proaktif.

Tampak hadir Dekan Fakultas Ekonomoni dan Bisnis Universitas Bung Hatta, Dr. Listiana. "Dalam menumbuhkan jiwa enterpreneur, tidak cukup hanya dengan modal akademis namun diperlukan sinergi langsung dengan pelaku bisnis,"ungkapnya. (Rio)

Dilihat 2257 ,Kali

Navigasi

Pilih Bahasa

Sosial Media