4 April 2019
Bunghatta.ac.id. Diskusi yang bertajuk "Prospek Pengembangan Industri Komoditi Sumatera Barat" dengan Narasumber Prof. Yazid Bindar, Ph.D dari ITB dan Prof. Marlina dari Unand berlangsung di ruang sidang FTI (2/4/19). Kegiatan ini terselenggara melalui kerja sama FTI UBH dengan IA-ITB.

Dekan FTI, Dr. Hidayat, S.T., M.T., IPM mengungkapkan bahwa diskusi ini dimaksudkan untuk menggali potensi komoditi di Sumbar, kemudian menentukan komoditi apa yang bisa diolah menjadi suatu produk termasuk desain dan teknologi pengolahannya.

Hal ini sangat memungkinkan karena sesuai dengan namanya, Fakultas Teknologi Industri yg terdiri atas: Prodi Teknik Mesin (S1), Teknik Elektro (S1), Teknik Industri (S1), Teknik Kimia (S1), dan Teknologi Rekayasa Komputer Jaringan (D4).

Pada tahun 2019 ini, ditargetkan masing-masing prodi mampu menghasilkan produk yang bisa terpakai oleh masyarakat.

Prof. Yazid Bindar mengungkapkan, jika FTI mau bertransformasi mengembangkan industri produk, paradigmanya harus 'dibalik'. Biasanya dimulai dari riset, inovasi, dan bisnis (produk).

Akibat yang sering terjadi, sebelum sampai ke tahap bisnis, penelitian terhenti dikarenakan pensiun atau kesibukan lainnya.

Sekarang harus dibalik, mulailah dari bisnis (produk), selanjutnya inovasi dan riset. Objek riset merupakan produk yang dihasilkan sehingga langsung bermanfaat bagi masyarakat.

Bisa saja diawali dari membeli produk jadi, kemudian dikembangkan sehingga memiliki nilai lebih.

"Masing-masing program studi di FTI harus berani memulainya, meskipun diawal belum menguntungkan,"kata Prof. Yazid.

Hal senada juga diungkapkan oleh Prof. Marlina yang juga ketua IA-ITB Sumatera Barat. "Penelitian berbasis produk sudah menjadi salah satu skim penelitian yang ditawarkan pemerintah yang disebut dengan Penelitian Pengembangan Teknologi Industri (PPTI).

Iman Satria, S.T., M.T, IPM yang merupakan dosen Teknik Mesin, pada sesi diskusi mengungkapkan pengalamannya di berbagai kegiatan engineering di antaranya rekayasa Hoper yang diterapkan di pelabuahan PT Pelindo II. Keberanian untuk mencoba merupakan poin penting dalam menghasilkan produk.

Ir. Sudarman, M.M yang sudah berpengalaman bertahun tahun di PT Semen Padang, mengungkapkan bahwa kita akan lebih dikenal melalui hasil riset berupa produk yang secara langsung dinikmati masyarakat daripada hanya berupa artikel yang dimuat di jurnal. Kolaborasi keduanya, akan lebih baik, demikian kata alumni ITB yang pada tahun 1982-1987 sempat mengajar di Teknik Elektro Univ. Bung Hatta. (Red, Rio)

Dilihat 1312 ,Kali

Navigasi

Pilih Bahasa

Sosial Media