1 Juni 2019
Bunghatta.ac.id. Dalam rangka kegiatan penangkapan dan pemanfaatan karbon (CCU) untuk mengurangi proses menangkap karbon dioksida, Pertamina melakukan kerja sama penelitian dengan Universitas Bung Hatta dan Universitas Andalas. Teknologi penangkapan dan pemanfaatan karbon ini memberikan solusi untuk menurunkan/mengurangi emisi gas rumah kaca.

Selama ini proses pengurangan emisi gas karbon dioksida dilakukan dengan sistem Carbon Capture and Storage (CCS) yang bertujuan untuk menangkap CO2 dan melakukan penyimpanan ke perut bumi atau secara geologis. Sementara itu, CCU bertujuan untuk memanfaatkan karbon dioksida yang telah ditangkap untuk dipakai sebagai bahan baku untuk menjadi produk yang bernilai ekonomi lebih tinggi dengan memperhatikan teknologi pengolahan yang akan dipakai.

Untuk meninjau sumber dan jumlah gas CO2 yang dihasilkan, dilakukan kunjungan ke Pertamina Refinery Unit II Dumai. Tim dari Kimia Universitas Andalas terdiri atas Prof. Dr. Eng. Syukri Arif, Dr. Eng. Matal F. Alif. Kemudian, tim dari Teknik Kimia Universitas Bung Hatta terdiri atas Dr. Eng. Reni Desmiarti dan Ellyta Sari, M.T.

Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Teknik Kimia Universitas Bung Hatta (Audha Diachmesa, Hasbin Zahlevi, Nofrinaldi, dan Ahmad Viqri) sebagai pelaksana teknis dan ini juga merupakan Tugas Akhir untuk menyelesaikan pendidikan di Teknik Kimia Universitas Bung Hatta.

Tim disambut oleh pihak Pertamina dari bagian Research & Technology Center (RTC) Pertamina, Dimas Ariyanta, M. Eng, Dra. Yusniati, M. Si, dan Roro, M. Si., serta dari bagian Refinery Unit II Dumai, Aries Artanto, M.T., Salman Akbar, S.T., dan staf bidang teknik lainnya.

Kegiatan dilakukan dengan presentasi pemanfaatan gas CO2 oleh tim Unand dan Universitas Bung Hatta kemudian dilanjutkan dengan peninjauan ke lapangan untuk melihat potensi gas CO2 yang bisa dimanfaatkan.

Pada kegiatan ini, Teknik Kimia Universitas Bung Hatta juga meminta masukan untuk pengembangan kurikulum Revolusi Industri 4.0 Jurusan Teknik Kimia Universitas Bung Hatta. Masukan dari pihak Pertamina supaya kurikulum harus memasukkan unsur kemampuan menggambar 3 dimensi dengan AutoCad dan Inventor; memahami P&ID; kemampuan di bidang software Teknik Kimia, seperti Hysis dan Superpro untuk pra rancangan pabrik dan tentu saja kemampuan bahasa Inggris. Hal yang tidak kalah penting adalah meningkatkan kerja sama tim, bekerja di bawah tekanan, kejujuran, kedisiplinan dan tata karma dengan atasan serta bawahan.

Reni menyampaikan semua masukan dari pihak industri akan menjadi bahan yang sangat diperlukan untuk penyempurnaan Kurikulum Revolusi Industri 4.0 di Prodi Teknik Kimia. Kurikulum ini akan mulai diterapkan pada tahun ajaran 2019/2020. Kegiatan ini juga bermanfaat bagi mahasiswa untuk menambah wawasan dan pengetahuan di bidang dunia kerja di industri. (Rio**Humas)

Dilihat 1565 ,Kali

Navigasi

Pilih Bahasa

Sosial Media