24 Juni 2019
Bunghatta.ac.id. Berawal dari pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) di Sungai Pinang tahun 2017, mahasiwa dan pengelola KKN mencermati besarnya potensi alternative income dari wisata bahari untuk membantu ekonomi masyarakat nelayan tradisional.

Sayangnya, juga terdapat potensi degradasi ekosistem terumbu karang di wilayah pesisir ini. Padahal, keberadaan berbagai spesies karang yang indah sumber utama daya tarik destinasi wisata bahari Sungai Pinang. Khususnya, bagi turis mancanegara dan domestik penggemar diving dan snorkling.

Universitas Bung Hatta pada tahun 2018, merespon keadaan di Nagari Sungai Pinang melalui program Pengabdian Masyarakat (PM) dosen dalam wadah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM). Prioritas program adalah transplantasi sehingga coverage area terumbu karang tumbuh dan berkembang. Dokumen kegiatan tersedia di https://youtu.be/raDQ0jyk0tA dengan judul "Kelompok Wisata Bahari Nagari Sungai Pinang".

Kegiatan dipimpin oleh dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Dr. Ir. Suparno, M. Si. Kegiatan ini dilaksanakan bersama masyarakat lokal, mahasiswa FPIK, dan mahasiswa University Malaysia Trenggano (UMT) yang berpartisipasi sebagai peserta KKN-PPM Internasional Universitas Bung Hatta serta dimotori oleh Dr. Harfiandri, S. Pi., M. Sc. sebagai person in charge pada Internship Program Mahasiswa UMT di Universitas Bung Hatta.

Sinergi kedua program PM dan KKN-PPM Internasional berada dalam Pengelolaan Kabid PM LPPM yang sekaligus Ketua Pengelola KKN, yakni Indra Khaidir, S.T., M. Sc., dosen Prodi Teknik Sipil FTSP.

Ketua LPPM, Dr. Ir Abdullah Munzir, M. Si., mengemukakan bahwa jika turis masuk ke Nagari Sungai Pinang melalui jalan darat, pandangan pertama mereka akan terpapar pada tumpukan sampah. Tentu hal ini menimbulkan kesan tidak nyaman. Universitas Bung Hatta melalui tim dosen berusaha mencari solusi, yakni melakukan program edukasi penyadaran sekaligus praktik pengelolaan sampah kepada masyarakat.

Program ini dilakukan pada tahun 2019 oleh tim lintas Prodi dan Fakultas yang diketuai Dr. Suparno (Prodi PSP FPIK) dengan anggota Dr. Munzir (Prodi BDP FPIK), dan Desy Aryanti, S.T., M.A., (Prodi Arsitektur FTSP) serta dua orang mahasiswa, yakni Notiara Fika dari Prodi PSP FPIK dan Adam Fadlurrahman dari Prodi Arsitektur FTSP yang juga aktif menyukseskan kegiatan.

Desy Aryanti yang menyelesaikan pendidikan S2 di Jerman dan berkontribusi penting dalam penyusunan master plan kawasan wisata Mandeh, memberi penyuluhan teknik pengolahan sampah organik kepada masyarakat. Ia juga memaparkan bagaimana kebiasaan masyarakat Jerman dalam mengelola sampah rumah tangga. Untuk penguatan motivasi dan praktik lanjutan pengolahan sampah, Tim LPPM menghibahkan bahan "Komposer EM-4" kepada masyarakat untuk mempercepat proses dekomposisi sampah.

"Kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dan akan terus dilakukan oleh para dosen bersama LPPM, InsyaAllah akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Masyarakat semakin melihat bahwa Universitas Bung Hatta bukanlah 'menara gading', melainkan 'menara air' yang mengalirkan demi kemaslahatan sehingga kepercayaan masyarakat luas terhadap Universitas Bung Hatta semakin kuat", demikian harapan dan upaya Ketua dan Tim LPPM. (Rio**Humas)

Dilihat 945 ,Kali

Navigasi

Pilih Bahasa

Sosial Media