18 Juli 2019
Bunghatta.ac.id. Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Bung Hatta menyelenggarakan workshop internasional dengan tema, "Innovative Seismic Risk Management and Mitigation for West Sumatra".

Dalam kegiatan ini, dari pihak internal, turut hadir Rektor Universitas Bung Hatta, Prof. Dr. Azwar Ananda, M.A., dan seluruh dosen Teknik Sipil FTSP UBH.

Kegiatan ini didukung BNPB Sumatra Barat dan bekerja sama dengan Warwick (The University of Warwick, United Kingdom). Sementara itu, dari pihak eksternal, turut hadir Direktur Perbaikan Darurat BNPB, Forum Pengurangan Risiko Bencana Prov. Sumbar, dan lain sebagainya.

Sebagai keynote speaker dalam workshop ini, diundang Ir. Medi Herlianto, CES., M.M.(Direktur Perbaikan Darurat BNPB), dan invited speaker terdiri atas Dr. Reyes Garcia (Inggris), Dr. Rini Mulyani, M. Sc. (Ka. Prodi Teknik Sipil, FTSP UBH), Khalid Syaifullah, S. Sos. (Forum Pengurangan Risiko Bencana Prov. Sumbar), dan Dr. Robby Permata, S.T., M.T. (Dosen Teknik Sipil UBH).

Ir. Medi Herlianto, CES., M.M., menyampaikan materi terkait dengan "Strategic Policy of Disaster Management in Indonesia".

Ir. Medi Herlianto, CES, M.M. yang juga merupakan alumni Teknik Sipil UBH, mengaku bahwa Universitas Bung Hatta merupakan kampus yang kredibel dan berkualitas untuk mengantarkan para lulusan ke jenjang karier yang lebih global, seperti yang dialaminya, melanjutkan studi dengan beasiswa di Prancis atau bekerja di instansi swasta dan negara.

"Saat ini, Indonesia memiliki tantangan dalam hal kebencanaan sehingga perguruan tinggi memiliki peluang sebagai sentral perubahan. Teknik Sipil UBH yang telah terakreditasi A ini harus tetap konsisten menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas nasional maupun internasional untuk mengkaji persoalan yang disebabkan oleh bencana saat ini. Salah satu temuan yang menjadi persoalan, terdapat 295 patahan aktif di Indonesia. Kerusakan ini bukan semata karena gempanya, melainkan karena bangunannya. Oleh sebab itu, peran Teknik Sipil sebagai pusat perubahan untuk menciptakan inovasi bangunan tahan gempa. Para engineer punya peluang untuk memikirkan dan menghasilkan melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian. Oleh sebab itu, Universitas Bung Hatta harus memiliki pusat kajian mitigasi bencana,"pesan Medi di hadapan para mahasiswa Teknik Sipil UBH.

"Dengan demikian, penelitian yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa Teknik Sipil UBH sangat diharapkan pemerintah untuk mendukung inovasi risiko manajemen dan mitigasi bencana di Sumatera Barat,"imbuh Medi.

Kegiatan ini juga diselingi dengan pemutaran video upaya penanggulangan bencana di Sumatera Barat. Kemudian, acara dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Ketua Prodi Teknik Sipil, Dr. Rini Mulyani, M. Sc. (Eng) dengan tema, "Earthquake and Tsunami Risk Assesment of Building in West Sumatra."

Sementara itu, Dr. Reyes Garcia menyampaikan materi tentang "Seismic Strengthening of RC Structure Using Steel Strapping." Penyaji terakhir, Dr. Robby Permata, M.T., menyampaikan materi tentang "Assesment of Existing Non-standard Bridges in Indonesian Against New Earthquake Loading".

Kegiatan yang berlangsung hingga sore hari ini dilanjutkan dengan workshop perkuatan struktur beton dengan menggunakan steel strapping oleh Dr. Reyes Garcia dari United Kingdom. (**Humas/Rio)

Dilihat 1024 ,Kali

Navigasi

Pilih Bahasa

Sosial Media