25 Juli 2019
Bunghatta.ac.id. Sumatera Barat dan Negeri Sembilan, Malaysia, punya nilai sejarah yang hampir sama. Untuk itu, banyak yang bisa tukar dan adopsi terkait perkembangan dunia pendidikan, demikian dikatakan, Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Barat, Adib Alfikri ketika memberikan sambutan dalam seminarnya international dan penandatanganan nota kesepahaman Universitas Bung Hatta dengan Kementerian Pendidikan Negeri Sembilan Malaysia di Gedung Balairung Caraka Kampus 1 Proklamator, Rabu (24/7).

"Di zaman ini, semua penuh teknologi, banyak tantangannya. Kita tak mau generasi menjadi anak autis, sibuk dan melek teknologi, tapi tidak penduli dengan lingkungan. Tidak tahu dengan kato nan ampek (kato malereng, mandaki, manurun dan mandata). Hanya sibuk dengan gadget, itulah pentingnya dibekali dengan kearifan lokal,"jelasnya.

Ia mengharapkan pemuda tidak hanya bisa menggunakan teknologi dengan baik, tapi juga baik dalam kehidupan bermasyarakat. Untuk itu, katanya, Sumbar perlu belajar dari Malaysia. Pertengahan Agustus mendatang, mahasiswa berserta dosennya akan datang ke Kota Padang, bertukar sistem pendidikan yang dipelajari di Malaysia dengan yang ada di Sumatera Barat.

Menanggapi hal yang demikian, Pimpinan Lawatan Pejabat Pendidikan Daerah Kuala Pilah Kementerian Pendidikan Malaysia, M Zein berkata, "Saya merasa bahagia dan bangga bisa berkolaborasi dengan pendidikan dengan dunia luar, termasuk dengan Universitas Bung Hatta (UBH). Bertukar ilmu demi memajukan pendidikan,"katanya dalam seminar sekaligus penandatangan MoU. Ia membawa guru-guru (cikgu) dari Negeri Sembilan.

Pada kesempatan tersebut, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UBH, Drs. Khairul, M. Sc., juga mengatakan selamat datang pada rombongan cikgu dari Negeri Sembilan, saudara kembar rang Minangkabau. "Suatu kehormatan bagi kami dapat bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Negeri Sembilan Malaysia,"katanya.

Sebelum penandatanganan tersebut, rombongan dari Negeri Sembilan talkshow di salah satu stasiun televisi lokal, membahas topik tentang perkembangan pendidikan di era teknologi 4.0.

Dikatakannya kerja sama ini bermula dari magang mahasiswa UBH tahun 2018 lalu, sebanyak 25 orang. Kemudian, kerja sama ini dilegalisasi dalam bentuk MoU. Ia berharap semoga kerja sama dapat ditindaklanjuti dalam bentuk yang lebih real. (**Rio/Humas)

Dilihat 945 ,Kali

Navigasi

Pilih Bahasa

Sosial Media