2 Desember 2019
Bunghatta.ac.id. Empat mahasiswa Prodi Pindo FKIP Universitas Bung Hatta turut menjadi peserta workshop dan pabrik 2019. Keempat mahasiswa itu: Ega Noerzhafirah dan Dekha Prima Rizkika (mengikuti workshop di bidang sastra). Sementara itu, Nabela Nadyanita dan Sherli Merlis tergabung dalam workshop di bidang teater.

Para peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi dan komunitas itu ada pula yang mengikuti praktik seni tari saat penyelenggaraan Workshop Seni dan Pabrik di Indarung I, bekas pabrik Semen Padang, Padang, Sumatera Barat, Minggu (01/12). Pembelajaran yang terlaksana di alam terbuka membuat suasana tranfusi ilmu kepada para peserta menjadi sangat santai dan akrab.

Di antara pembicara yang mengisi kegiatan itu adalah Bambang Pribadi (Sutradara Teater), Piter Slayan (Penata Musik), Paimo (Fotografer dan Jurnalis), Aidil Usman (Penata Artistik), Jefriandi Usman (Koreografer), Davit Fitrik (Penari), dan Nadhir Rosa (Penata Rambut).

Kepala UPTD Taman Budaya Provinsi Sumatera Barat, Muasri, mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini digagas oleh seniman-seniman putra daerah Indarung yang tergabung ke dalam Cikini Arts Stage.

"Ini adalah bentuk kepedulian putra daerah yang patut kita apresiasi. Mereka ingin mempertahankan Indarung I sebagai warisan sejarah dan budaya," ujarnya, (30/11/19) di sela-sela pembukaan kegiatan.

Dikatakannya lagi, langkah yang ditempuh oleh seniman asal Indarung tersebut sangat tepat.

Dikatakannya, Indarung I memiliki nilai sejarah dan budaya yang istimewa di Sumatera Barat. Pasalnya, Indarung I tak hanya membangun Indonesia, tetapi juga Belanda.

"Jika kita bandingkan dengan Tambang Batu Bara Sawahlunto yang diakui dunia, Indarung I tak kalah penting nilai sejarahnya,"pungkasnya.

Untuk itu, kata Muasri, acara yang diangkat seniman dari Indarung ini merupakan terobosan besar untuk kemajuan kebudayaan Sumatera Barat.

Aidil Usman dari Cikini Art Stage mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memelihara akal sehat. Sebab, jasa Indarung I tidak bisa dilepaskan.

"Kami ingin mengenalkan hal tersebut kepada generasi milinel agar mereka tak lupa akan sejarah bangsanya, terutama sejarah Indarung I ini," cakapnya.

Paimo, seorang fotografer dan jurnalis dari Jakarta mengatakan bahwa kegiatan tersebut memiliki arti penting sebagai salah satu bentuk mengkampanyekan budaya lokal.

"Apalagi ini mengangkat sejarah Indarung I. Tentu saja tak sekadar sejarah, namun juga nilai budayanya," ungkapnya.

Kegiatan itu juga dihadiri oleh Ketua DPD KNPI Kota Padang periode sebelumnya, Nisfan Jumadil, yang juga tokoh pemuda Indarung.

Workshop seni yang diselenggarakan oleh Cikini Art Stage dengan difasilitasi Kemendikbud, Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat dengan dukungan penuh PT Semen Pandang itu dibagi dalam empat bidang seni, yakni seni rupa artistik, seni tari, seni musik, seni teater dan sastra, dan seni fotografi. Kegiatan ini berlangsung 30 November-1 Desember 2019.

Usai mengikuti serangkaian kegiatan pelatihan, keempat mahasiswa Universitas Bung Hatta itu mendapatkan sertifikat dan pengalaman yang amat berharga, terutama bagi yang ingin mengetahui posisi dan kemampuan berkarya seni.

Dosen Pindo FKIP yang merekomendasikan keempat mahasiswa itu, Rio Rinaldi, mengatakan bahwa mencari ilmu di dalam kelas itu penting. Mencari pengalaman di luar kelas jauh lebih penting. Itu sebabnya, dengan terbatasnya peserta yang dapat ditampung, para mahasiswa yang memiliki semangat yang tinggi untuk belajar dan menjalin relasi itu akan difasilitasi untuk mengembangkan kompetensi maupun bakatnya. (**Red/Humas/)

Dilihat 433 ,Kali

Navigasi

Pilih Bahasa

Sosial Media