21 Januari 2020
Bunghatta.ac.id. Fakultas Teknologi Industri Universitas Bung Hatta (FTI UBH) bekerja sama dengan Asosiasi Yayasan Pendidikan Islam (AYPI) mengadakan Forum Grup Discussion (19/1/20) di Ruang Sidang FTI Kampus 3 UBH Gunung Panggilun.

FGD yang bertajuk "Peran AYPI dalam Mengadapi Tatangan Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0" diikuti lebih dari 50 pengurus yayasan-yayasan yang ada di Sumatera Barat.

Pun Ardi, S.Ag., selaku penyelenggara kegiatan yang juga ketua harian AYPI Sumatera Barat, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan Islamic Expo yang diselenggarakan tgl 18 dan 19 Januari 2020, dipusatkan di Masjid Raya Sumbar. Kegiatan ini salah satu upaya AYPI dalam memberi penguatan kepada yayasan pendidikan Islam yang ada di Sumatera Barat yang selama ini bergerak sendiri-sendiri sehingga ada yayasan yang melaju pesat dan ada yang stagnan. Dengan adanya AYPI, hal tersebut bisa diminalisasi melalui kegiatan-kegiatan bersama.

"Di samping meningkatkan kualitas pendidikan, AYPI juga berupaya membantu menyelesaikan persoalan keuangan yayasan melalui pemberdayaan Wakaf Produktif," demikain disampaikan Ketua Umum AYPI Pusat, H. Mirdas Eka Yora., Lc, M.Si.

Hidayat, selaku Dekan FTI UBH, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini di kampus FTI karena ini bagian dari program tridarharma perguruan tinggi dalam bentuk program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) terhadap yayasan-yayasan yang ada di Sumatera Barat.

Dalam kegiatan tersebut, dihadirkan narasumber, yakni Prof. Dr. Musliar Kasim, MS. (Univ. Baiturramah). Ia menyampaikan bahwa kurikulum 2013 yang telah digulirkan pada saat menjadi Wakil Menteri RI sangat efektif diterapkan di era IR 4.0. Kurikulum tersebut sudah berbasis kompetensi yang memuat unsur pengetahuan (knowledge), praktik (skill) dan sikap (attitude).

Pembicara kedua, Prof. Dr. Ir. Nasfryzal Carlo, M.Sc, IPM (Univ. Bung Hatta) menekankan pada era revolusi industri yang dimulai dari penggunaan tenaga binatang, mesin, listrik, dan digital. Pendidikan di yayasan juga harus mampu menghasilkan lulusan yang melek dengan teknologi digital sehingga lulusan mampu bersaing untuk melanjutkan studi atau bekerja.

Prof. Dr. Marlina MS, APt., Guru besar Unand dan Ketua Koperasi Saudagar Minang Raya Wilayah Sumatera Barat selaku pembicara ketiga menekankan pada pengembangan ekonomi melalui koperasi dan penggunaan produk halal.

Ahmad Jayadi yang merupakan penggiat Bisnis Retail dan juga Ketua Ekonomi Syariah AYPI Pusat dan juga Founder Alif Poin Mart, meluncurkan program Wakaf Produktif untuk menghidupkan ekonomi untuk menjalankan operasional dan pengembangan yayasan. (**Red/Humas)

Dilihat 363 ,Kali

Navigasi

Pilih Bahasa

Sosial Media