Halal Bi Halal Civitas Akademika Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta
28 Mei 2020
Bunghatta.ac.id. Dalam rangka merayakan hari raya Idul Fitri 1441 H, Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta melaksanakan acara Halal Bi Halal bersama seluruh civitas akademika Kamis, (28/5/20). Acara yang dihadiri oleh dekan, wakil dekan, para dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa ini disambut dengan suka cita karena untuk pertama kalinya dalam sejarah acara halal bi halal dilakukan secara virtual melalui video conference.

Dekan Fakultas Hukum, Dr. Uning Pratimaratri, dalam sambutannya mengatakan bahwa adanya penyebaran Covid-19 dan anjuran pemerintah untuk tidak mudik serta imbauan agar #dirumahsaja, membuat suasana Idul Fitri tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

"Kita pun tidak bisa saling berkunjung, bertatap muka, bersalaman untuk bersilaturahim dan meminta maaf secara fisik. Namun demikian, yang terpenting adalah niat hati untuk saling memaafkan dengan sesama tidak luntur dan tidak pula hilang maknanya, meskipun dilangsukan secara daring,"ujar Dr. Uning.

Acara halal bi halal diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Ahmad Iffan, S.H., M.H. Selanjutnya, acara diisi dengan tausiah yang disampaikan oleh Ustaz H. Akhmad Munir, S.H.

Dalam tausiahnya yang berjudul "Tiga Mudik", beliau menyampaikan bahwa ada tiga mudik yang dilalui oleh manusia yang dikaitkan dengan perjalanan hidup, yaitu mudik sosial, mudik rohani, dan mudik hakiki.

"Mudik sosial merupakan kegiatan setiap tahun yang dilakukan di akhir Ramadan dan menjelang Idul Fitri untuk mengunjungi keluarga di kampung halaman dan menikmati hari raya. Namun, karena adanya pandemi Covid-19 di tahun ini, kegiatan mudik sosial pun tidak bisa dilakukan,l karena adanya larangan mudik oleh pemerintah guna menekan penyebaran Covid-19. Selanjutnya, mudik rohani merupakan perjalanan manusia setelah melewati puasa satu bulan penuh di bulan Ramadan, dengan harapan setelah melaksanan serangkaian ibadah dan amalan di bulan suci tersebut segala amal ibadah dan dosa diampuni oleh Allah serta kembali menjadi pribadi yang bersih dan suci di hari-hari berikutnya. Mudik yang terakhir adalah mudik hakiki, yaitu suatu realita/kenyataan yang akan dihadapi berupa kematian. Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati. Maka dari itu, sebelum akhir kehidupan menjemput kita perbanyaklah bekal untuk melakukan amal sholeh dan kebaikan,"kata Ustaz H. Akhmad Munir, S.H.

Kegiatan lalu ditutup dengan penyampaian kesimpulan dan doa. (*RSG/Rio)

Dilihat 1417 ,Kali

Navigasi

Pilih Bahasa

Sosial Media