Rektor Universitas Bung Hatta Apresiasi kepada Fakultas yang Berhasil Memenangkan Hibah 'Merdeka Belajar: Kampus Merdeka' dari Kemdikbud RI
11 Oktober 2020
Bunghatta.ac.id. Dalam kompetisi Hibah 'Merdeka Belajar-Kampus Merdeka' (MBKM) yang diadakan oleh Kemdikbud RI, dua fakultas dari Universitas Bung Hatta berhasil memenangkan hibah tersebut. Dua fakultas itu, antara lain Fakultas Hukum (Prodi Ilmu Hukum) dan Fakultas Teknologi Industri (Prodi Teknik Elektro dan Teknik Industri).

"Atas nama pimpinan Universitas Bung Hatta, kami turut mengapresiasi dan mengucapkan selamat kepada dua fakultas, yakni Fakultas Hukum dan Fakultas Teknologi Industri,"demikian dikatakan Rektor Universitas Bung Hatta, Prof. Dr. Tafdil Husni, M.B.A., saat menyampaikan arahan di Ruang Sidang Rektor, Kampus Proklamator I, Universitas Bung Hatta (29/9/20).

Program studi yang telah berhasil meraih hibah tersebut selanjutkan akan memperoleh distribusikan dana hibah MBKM pada tahap pertama sebesar 90 % sesuai dengan yang diusulkan di proposal.

Di Fakultas Hukum, implementasi Kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Merdeka di antaranya, penyusunan kurikulum, student exchange, magang.

Untuk pertukaran pelajar (student exchange), akan dilakukan pertukaran pelajar antarprogram studi pada perguruan tinggi yang sama; pertukaran pelajar dalam program studi yang sama pada perguruan tinggi yang berbeda, pertukaran pelajar antar program studi pada perguruan tinggi yang berbeda. Sasaran program student exchange adalah untuk menambah wawasan bagi mahasiswa. Sasaran kegiatan magang adalah untuk meng-upgrade kompetensi dan keahlian sesuai dengan bidang ilmu, mempersiapkan mahasiswa untuk memasuki dunia kerja, dan mengasah soft-skill mahasiswa.

Dr. Uning Pratimaratri, S.H., M.Hum., Ketua Pelaksana Program Hibah MBKM mengatakan bahwa untuk tahap pertama, magang direncanakan di empat instansi, yaitu Kementrian Luar Negeri RI, Otoritas Jasa Keuangan, Mahkamah Konstitusi, dan Mahkamah Agung.

Kegiatan KKN Tematik dengan mengangkat tema 'Membangun Nagari'. Sementara itu, sasaran kegiatan KKN Tematik 'Membangun Nagari' adalah untuk program yang dilaksanakan untuk mengembangkan program pembangunan nagari.

Secara garis besar, rancangan kegiatan ada tiga bentuk, yaitu (1) mengadakan workshop Kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Merdeka dengan mendatangkan tenaga ahli; (2) mengadakan Focus Group Discussion dengan Stake Holders; (3) mengundang mitra kerja sama.
Luaran kegiatan antara lain: (1) laporan hasil kegiatan; (2) dokumen kurikulum; (3) MoU dan MoA; (4) SOP student exchange, magang dan KKNT.

Sementara itu, pada Program Studi Teknik Elektro dari Fakultas Teknologi Industri, keberadaan Kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) memberi harapan baru bagi lulusan Prodi Teknik Elektro Universitas Bung Hatta.

"Mahasiswa dapat menimba pengalaman selama 2 semester di luar kampus yang dapat dihargai maksimal 40 SKS dan juga 1 semester di dalam atau di luar Perguruan Tinggi yang bersangkutan maksimal 20 SKS. Untuk itu, perlu dipersiapkan rancangan penerapan Kurikulum MBKM tersebut. Ada empat program yang diusulkan, antara lain (1) penyelarasan kurikulum prodi dengan kurikulum MBKM (2) pembuatan dokumen kurikulum MBKM (3) pembuatan instrumen kerja sama dengan mitra (4) pembuatan dokumen penunjang implementasi kurikulum MBKM,"ungkap Ir.Yani Ridal, M.T., Ketua Program Studi Teknik Elektro, sekaligus anggota pelaksana dana hibah Merdeka Belajar-Kampus Merdeka.

"Dengan demikian, Prodi Teknik Elektro Universitas Bung Hatta akan mampu menghasilkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing tinggi,"kata Ketua Pelaksana, Mirza Zoni, S.T., M.T.

Masih di fakultas yang sama, Program Studi Teknik Industri Universitas Bung Hatta menyusun rencana perubahan kurikulum saat ini menjadi kurikulum berbasis Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM). Nantinya, diharapkan kompetensi lulusan prodi Teknik Industri Universitas Bung Hatta dapat memenuhi kebutuhan masyarakat pengguna. Untuk dapat mengimplementasikan kegiatan pembelajaran berbasis program MBKM yang terdiri dari 8 (delapan) bentuk kegiatan pembelajaran, Program Studi Teknik Industri dalam pengusulan proposalnya membagi ke dalam 2 kelompok program.

Program I, Penyesuaian Kurikulum Prodi Teknik Industri dengan Program MBKM dengan aktivitas perumusan kebijakan di tingkat perguruan tinggi, penyusunan panduan/pedoman Kurikulum MBKM, pengembangan Kurikulum MBKM Prodi Berbasis Capaian Pembelajaran Lulusan Teknik Industri.

"Sementara itu, pada Program II, kami akan mengorientasikan program ini kepada pengembangan model kerja sama Prodi Teknik Industri dengan mitra serta aktivitas Penyusunan Standar Operating Prosedur (SOP), pembuatan dokumen kerja sama (MoU) dengan mitra. Hasil akhir dari kedua program tersebut adalah terbangun kerja sama dengan berbagai instansi/ perguruan tinggi/ industri. Kemudian disusun kurikulum Prodi Teknik Industri berbasis MBKM, baik dalam bentuk panduan dan buku kurikulum, tersusunnya dokumen tata kelola/kerangka kerja/SOP implementasi program MBKM. Dengan tersedia dokumen dalam menerapkan kurikulum berbasis MBKM, diharapkan lulusan Program Studi Teknik Industri Universitas Bung Hatta mampu bersaing di dunia usaha dan di dunia industri,"jelas Ayu Bidiawati, S.T., M. Eng., Ketua Pelaksana Program Hibah MBKM dari Prodi Teknik Industri. (**Rio/Humas)

Dilihat 355 ,Kali

Navigasi

Pilih Bahasa

Sosial Media