Universitas
BLKK Universitas Bung Hatta Gelar Pelatihan Bahasa Jepang bagi Siswa SMKN 1 Sasak Ranah Pasisie
Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) Universitas Bung Hatta melaksanakan Program Pelatihan Bahasa Jepang Level N5 bagi siswa SMKN 1 Sasak Ranah Pasisie, Kabupaten Pasaman Barat.
Pada kegiatan perdana, siswa diserahterimakan oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat SMKN 1 Sasak Ranah Pasisie, Sandro Fajar Priyanto, S.Kom., kepada tim pelaksana pelatihan BLKK Universitas Bung Hatta pada 5 Agustus 2026.
Kegiatan ini menjadi tindak lanjut kerja sama yang telah dibangun antara Universitas Bung Hatta dan SMKN 1 Sasak Ranah Pasisie melalui Memorandum of Understanding (MoU) pada Mei 2026.
Kepala Divisi Layanan Bahasa Asing dan Latihan Kerja Universitas Bung Hatta yang menaungi BLKK Universitas Bung Hatta, Febian Mawardi, S.S., mengatakan pelatihan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi Universitas Bung Hatta dalam memperkuat kompetensi generasi muda agar mampu memanfaatkan peluang kerja di tingkat global.
“Program ini tidak hanya berfokus pada kemampuan bahasa Jepang, tetapi juga mempersiapkan siswa agar memiliki bekal dan kepercayaan diri untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja yang memiliki standar internasional,” ujar Febian.
Dikatakannya, Pelatihan Bahasa Jepang Level N5 tersebut dilaksanakan selama empat bulan, mulai Agustus hingga November 2026, dengan total 32 kali pertemuan. Materi pelatihan dirancang secara bertahap agar siswa memperoleh kemampuan dasar bahasa Jepang sekaligus memahami konteks budaya dan lingkungan kerja di Jepang.
"Program ini juga merupakan bagian dari tindak lanjut sinergi dengan BP3MI Sumatera Barat dalam mendukung peningkatan kompetensi dan kesiapan generasi muda Sumatera Barat untuk memperoleh peluang berkarier di luar negeri," ungkapnya.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat SMKN 1 Sasak Ranah Pasisie, Sandro Fajar Priyanto, S.Kom berharap melalui kegiatan pelatihan dapat menjadi jembatan bagi siswa SMKN 1 Sasak Ranah Pasisie untuk mempersiapkan diri menghadapi persaingan global.
"Kegiatan pelathan ini merupakan bagian dari program SMK Go Global yang diarahkan untuk meningkatkan kompetensi bahasa asing sekaligus mempersiapkan siswa SMK agar memiliki daya saing dan kesiapan memasuki dunia kerja internasional, khususnya peluang bekerja di Jepang," imbuhnya.
Pelaksanaan pelatihan Bahasa Jepang bagi siswa SMKN 1 Sasak Ranah Pasisie memberikan dampak terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui peningkatan kompetensi bahasa asing dan kesiapan kerja generasi muda.