Lewati ke konten utama
FTI Universitas Bung Hatta Adakan FGD Roadmap Riset Smart Materials dan Teknologi Kesehatan Inklusif Fakultas
Rabu, 12 Agustus 2026
Ubay

Bagikan:

FTI Universitas Bung Hatta Adakan FGD Roadmap Riset Smart Materials dan Teknologi Kesehatan Inklusif

Universitas Bung Hatta turut menjadi bagian dari rangkaian Program Diaspora Berdampak 2026 melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Roadmap Riset Smart Materials dan Teknologi Kesehatan Inklusif di Kampus III Proklamator Universitas Bung Hatta pada 11 Agustus 2026.

Dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Bung Hatta, Prof. Dr. Eng. Ir. Reni Desmiarti, S.T., M.T., IPU mengatakan kegiatan ini dilaksanakan sebagai forum akademik untuk memperkuat arah pengembangan riset, inovasi, serta kolaborasi antarperguruan tinggi dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia menuju Indonesia berdampak.

"Kegiatan FGD ini menjadi bagian Program Diaspora Berdampak 2026 mengusung semangat Kolaborasi Internasional untuk Penguatan Riset, Inovasi, dan Pengembangan SDM Menuju Indonesia Berdampak. Program ini merupakan bentuk kolaborasi antara Universitas Andalas, National University of Singapore (NUS), Universitas Bung Hatta, dan Universitas Mercubaktijaya" sebutnya.

Ditambahkannya melalui kegiatan FGD ini, FTI Universitas Bung Hatta terus memperkuat komitmennya dalam membangun ekosistem riset yang kolaboratif, dan berdampak, sekaligus memperluas jejaring akademik dengan perguruan tinggi nasional maupun internasional.

"Penguatan roadmap riset diharapkan menjadi langkah awal untuk menghasilkan penelitian yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan solusi terhadap berbagai permasalahan yang ada di masyarakat," imbuhnya.

Kegiatan FGD menghadirkan Prof. Andrivo Rusydi, Ph.D. dari National University of Singapore (NUS) sebagai diaspora dan Budi Sunaryo, S.T., M.T., dari Program Studi Teknologi Rekayasa Komputer Jaringan Universitas Bung Hatta.

Kehadiran akademisi diaspora tersebut memberikan perspektif internasional dalam pembahasan arah pengembangan riset, khususnya terkait smart materials dan teknologi kesehatan inklusif.

Dalam forum tersebut, diskusi diarahkan pada penguatan roadmap riset dengan mengangkat berbagai topik penelitian yang relevan dengan kebutuhan teknologi dan masyarakat.

Beberapa gagasan penelitian yang menjadi bagian dari pengembangan riset antara lain “Implementasi Pengolahan Limbah Cair Kelapa Sawit dan Elektroplating dengan Proses Elektrokoagulasi”, yang berorientasi pada pengembangan teknologi pengolahan limbah dan lingkungan.

Selain itu, turut dikembangkan topik “Pengembangan Sistem Pengambilan Keputusan Cerdas untuk Kendali Kecepatan Adaptif Kursi Roda Elektrik Menggunakan Machine Learning Berdasarkan Prediksi Kondisi Jalur dan User Intent”. Topik tersebut menunjukkan peluang penerapan kecerdasan buatan dan machine learning dalam menghasilkan teknologi kesehatan yang adaptif serta mendukung kebutuhan pengguna secara lebih inklusif.

Topik lainnya adalah “Eksperimen dan Pemodelan Co-Gasifikasi Batubara dan Biomassa untuk Produksi Gas Sintesis sebagai Bahan Baku Amonia dalam Sistem Energi Hidrogen.” Penelitian tersebut memperlihatkan pengembangan riset yang mengintegrasikan aspek energi, teknologi, dan pemanfaatan sumber daya untuk mendukung inovasi pada bidang energi berkelanjutan.

Pembahasan berbagai topik tersebut menjadi bagian dari upaya mengidentifikasi potensi riset yang dapat dikembangkan secara lintas disiplin. Melalui forum FGD, gagasan penelitian tidak hanya diarahkan pada pengembangan keilmuan, tetapi juga pada peluang menghasilkan inovasi yang memiliki manfaat dan dampak nyata bagi masyarakat.

Kegiatan FGD Program Diaspora Berdampak 2026 ini mendapat dukungan penuh dari Dekan FTI Universitas Bung Hatta, Prof. Dr. Eng. Ir. Reni Desmiarti, S.T., M.T., IPU, Ketua Pelaksana Program Diaspora Berdampak 2026, Prof. Dr. Eng. Muhammad Ilhamdi Rusydi, S.T., M.T. serta panitia pelaksana dari berbagai program studi di lingkungan FTI Universitas Bung Hatta yaitu Mirzazoni, S.T., M.T. dari Program Studi Teknik Elektro; Amelia Amir, S.Si., M.Si., Ph.D. dari Program Studi Teknik Kimia; Nurul Aulya, S.Kom., M.Kom. dan Fitri Safnita, S.T., M.Kom. dari Program Studi Informatika.

Program Diaspora Berdampak 2026 menjadi salah satu wadah strategis untuk mempertemukan perguruan tinggi dengan akademisi diaspora dalam rangka memperkuat kapasitas riset, inovasi, publikasi ilmiah, dan pengembangan sumber daya manusia.

Rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 5–17 Agustus 2026 tersebut diharapkan dapat menghasilkan arah pengembangan riset dan peluang kolaborasi yang berkelanjutan.