Fakultas
Informatika Universitas Bung Hatta Kenalkan Model Server Digital Sekolah di SMAN 17 Padang
Program Studi Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Bung Hatta mengadakan pendampingan melalui Pelatihan Implementasi Model Server Digital Sekolah untuk Cloud Storage Lokal dan Backup Data Guru Berbasis Jaringan Sekolahl di di SMA Negeri 17 Padang pada 1 Oktober 2026.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini didukung Hibah Internal Universitas Bung Hatta Tahun 2026 yang dirancang untuk memperkenalkan alternatif infrastruktur digital yang dapat membantu sekolah mengelola dokumen dan data guru secara lebih terstruktur melalui jaringan internal.
Pendampingan ini diketuai Riska Amelia, M.Kom., bersama tim dosen Program Studi Informatika yang terdiri atas Gufron, S.T., M.Kom., Fitri Safnita, S.T., M.Kom., Nurul Aulya, M.Kom., Randi Afri Nandes, M.Kom serta melibatkan dua mahasiswa Program Studi Informatika angkatan 2025, Uswathul Azizah dan Saniatul Putri.
Pada sesi awal, peserta mendapatkan materi mengenai konsep Server Digital Sekolah, cloud storage lokal, sinkronisasi data, serta pentingnya pencadangan data secara berkala. Tim Informatika Universitas Bung Hatta memperkenalkan pemanfaatan server yang ditempatkan di lingkungan sekolah sebagai private cloud storage, sehingga dokumen dapat disimpan dan dikelola melalui jaringan sekolah.
Setelah sesi materi, para guru mengikuti praktik langsung menggunakan server private cloud storage yang telah disiapkan oleh tim PKM. Peserta mencoba berbagai aktivitas pengelolaan data, mulai dari membuat folder dan file, mengunggah serta mengelola dokumen, menghapus file, hingga melakukan sinkronisasi data.
Dalam praktik tersebut, peserta juga menggunakan aplikasi Nextcloud Client yang telah dipasang pada laptop masing-masing. Aplikasi tersebut digunakan untuk menghubungkan folder pada perangkat pengguna dengan penyimpanan yang tersedia pada server sekolah, sehingga peserta dapat melihat secara langsung proses sinkronisasi data antara perangkat dan server.
Ketua Pelaksana PKM, Riska Amelia, M.Kom., mengatakan pendekatan praktik dipilih agar peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam menggunakan teknologi yang diperkenalkan.
“Kami tidak hanya memberikan materi mengenai konsep server dan cloud storage, tetapi juga mengajak guru untuk langsung mencoba. Mulai dari membuat folder, mengelola file, menghapus data, hingga melihat bagaimana proses sinkronisasi bekerja melalui Nextcloud Client,” ujar Riska.
Ketua Program Studi Informatika Universitas Bung Hatta, Gufron, S.T., M.Kom., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Program Studi Informatika menerapkan keilmuan yang dimiliki untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat, khususnya dalam mendukung transformasi digital di sektor pendidikan.
“Transformasi digital di sekolah tidak hanya berbicara mengenai penggunaan aplikasi, tetapi juga bagaimana sekolah memiliki infrastruktur dan tata kelola data yang baik. Model server digital sekolah yang kami perkenalkan menjadi salah satu alternatif yang dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi sekolah,” jelas Gufron.
Menurut Gufron, pengelolaan dokumen pembelajaran, perangkat ajar, administrasi guru, dan berbagai data digital lainnya membutuhkan sistem yang memungkinkan penyimpanan secara terstruktur sekaligus didukung mekanisme pencadangan. Pemanfaatan server lokal juga memberikan alternatif bagi sekolah untuk memiliki infrastruktur penyimpanan yang dapat diakses melalui jaringan internal.
"Kami dari Program Studi Informatika Universitas Bung Hatta berharap para guru memperoleh pemahaman dan pengalaman praktis mengenai pengelolaan data, cloud storage, sinkronisasi, serta backup sebagai bagian dari tata kelola dokumen digital sekolah. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk kontribusi Universitas Bung Hatta dalam menghadirkan penerapan teknologi informasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan lingkungan pendidikan," ungkapnya.
Pelatihan ini mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui peningkatan literasi dan kompetensi digital guru melalui pengenalan infrastruktur teknologi informasi berbasis jaringan lokal.