7 Pebruari 2018
Bunghatta.ac.id. Persepsi Indonesia tentang Indonesia sangat baik hal ini terlihat dari peningkatan kepercayaan Publik terhadap Pemerintah. Begitu juga peran Indonesia dalam pertumbuhan global cukup signifikan. Menurut Bank Dunia, sekarang adalah saat yang tepat untuk berinvestasi di Indonesia dan kecenderungan Investasi di Indonesia meningkat.

Hal ini disampaikan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan MPA saat memberikan Kuliah Umum Kemaritiman di Universitas Bung Hatta dengan tema Orientasi Pembangunan Kelautan Untuk Mewujudkan Poros Maritim Dunia di di Aula Balairung Caraka Gedung B Kampus Proklamator I Universitas Bung Hatta, Rabu (07/02/2018).

Dihadapan mahasiswa dan dosen Universitas Bung Hatta serta praktisi kelauatan dan perikanan, Menko Bidang Kemaritiman membahas seputar dinamika politik di Timur Tengah, politik Luar Negeri Arab Saudi, sikap Amerika di Timur Tengah, pertumbuhan ekonomi dunia hingga tantangan dan upaya dalam pembangunan nasional mulai dari kebhinnekaan, pemerataan, efisiensi
Pariwisata, infrastruktur dan konektivitas.

“Peningkatan Pembangunan di Indonesia Tengah dan Timur Untuk Pemerataan Pembangunan. Seiring dengan fokus pemerintah untuk pembangunan Indonesia Sentris, pertumbuhan ekonomi di wilayah Indonesia Tengah di Timur tumbuh lebih cepat dibandingkan bagian barat. Akibatnya porsi PDB wilayah Indonesia Timur dan Tengah (kecuali Kalimantan) meningkat cukup signifikan. Hal ini menunjukkan pemerataan pembangunan antar wilayah di Indonesia,” sebutnya.

Pertumbuhan yang dikendalikan oleh teknologi ini akan berpengaruh pada pergeseran perekonomian indonesia, rencana induk pengembangan industri nasional hingga daya saing indonesia. Ekonomi Indonesia sedang bergerak dari berbasis sumberdaya menjadi ekonomi nilai tambah. Indeks daya saing global Indonesia juga meningkat.

Dalam mengantisipasi perubahan teknologi yang sedang terjadi teknologi mengubah perekonomian dan lapangan kerja, terjadinya revolusi industri ke 4,pembelajaran dari Tiongkok dan kesiapan sumberdaya manusia .

Terkait dengan Sektor Kemaritiman, perlu adannya kebijakan kelautan Indonesia, potensi besar, tetapi pemanfaatan masih minimal. Pemerataan pembangunan dan penurunan biaya logistic. Swasembada kebutuhan nasional berdasarkan sumberdaya kemaritiman dan pengelolaan lingkungan dan pengurangan risiko bencana.

Ia pun menyampaikan dinamika Politik Dunia yang semula dipengaruhi oleh ketersediaan energi tidak terbarukan (Minyak Bumi), sudah berganti menjadi pertumbuhan energi terbarukan. Tantangan ke depan dalam menjaga kebhinnekaan Indonesia dalam bingkai NKRI adalah bagaimana kita menyikapi perkembangan teknologi kedepannya. Terutama terkait dengan perkembangan media social/e-commerce, robotics dan software automation, serta kecerdasan buatan.

Perkembangan robotics, software automation dan kecerdasan buatan telah meningkatkan produktivitas perekonomian melalui peningkatan efisiensi. Namun disisi lain, perkembangan tersebut telah mengambil alih peran manusia dalam pekerjaan2 yang sifatnya rutin dan dapat diprediksi.

“Kita harus menyiapkan langkah-langkah khusus untuk menyikapi semua perkembangan tersebut. Kuncinya adalah Efisiensi, Penegakan Hukum dan seluruh elemen bangsa harus kompak terutama dalam penyiapan SDM dan penguasaan terhadap teknologi tersebut,” sebutnya.

“Penanganan isu lingkungan dan sumberdaya alam yang dimiliki. Jika tidak, ke depannya kita akan menjadi tergantung terhadap pemilik dari teknologi tersebut. Hal tersebut adalah penjajahan model baru yang dilakukan tanpa penguasaan territorial. Pelakunya pun bukan lagi negara, tetapi adalah korporasi global,” tutupnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Bung Hatta Prof. Dr. Azwar Ananda, MA menyampaikan sesuai arah dan perkembangan global dalam menunjang kualitas lulusan Universitas Bung Hatta memberikan tiga keterampilan utama meliputi kemampuan bahasa Inggris, keterampilan IT dan pelatihan akhlak muia dan moral. Kegiatan ini adalah kokulikuler wajib dan diberikan kepada mahasiswa secara gratis.

“Saat ini juga Universitas Bung Hatta memperoleh peringkat 71 perguruan tinggi terbaik nasional dan perguruan tinggi swasta terbaik di pulau Sumatra. Hal ini akan terus ditingkatkan melalui kebijakan yang kontinu dengan mendorong dosen meneliti dan publikasi. Kemudian dengan mendatangkan tokoh-tokoh yang dapat memberikan motivasi dan menambah wawasan bagi bagi sivitas akademika Universitas Bung Hatta melalui kegiatan Bung Hatta Memorial Lecture Series,” imbunya.

Dilihat 837 kali

Navigation

Social Media