10 April 2018
Bunghatta.ac.id. Universitas Bung Hatta kembali menjalin kerja sama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kompetensi lulusan dengan Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Dirjen Binalattas) Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia yang bertempat di Aula Balirung Caraka Gedung B Kampus Proklamator I Universitas Bung Hatta, Selasa (10/04/2018).

Penandatanganan kerja sama ini langsung antara Rektor Universitas Bung Hatta Prof. Dr. Azwar Ananda, MA dengan Dirjen Binalattas Kementerian Ketenagakerjaan Drs. Bambang Satrio Lelono, MA yang langsung disaksikan oleh Prof. Dr. H. Irwan Prayitno, Psi, M.Sc.

Langkah ini menurut Rektor Universitas Bung Hatta, Prof.Dr. Azwar Ananda, M.A., sebagai upaya meningkatkan mutu lulusan yang berdaya saing. Ia menilai kerjasama ini untuk lebih memberi peluang kepada mahasiswa Universitas Bung Hatta dalam mengikuti pelatihan kompetensi.

“Pelatihan ini sebagai bentuk perubahan bagi lulusan Universitas Bung Hatta ke depannya, sebab Universitas Bung Hatta satu-satunya kerjasama Kemnaker RI sekaligus praktik langsung di BLK. Dengan harapan, lulusan Universitas Bung Hatta semakin siap pakai oleh dunia industri,” ujar Azwar usai MoU di hadapan ratusan sivitas akademika Universitas Bung Hatta.

Ketua Pelaksana, Ir.Iman Satria, MT., menambahkan tujuan pelatihan ini selain menyiapkan lulusan berdaya saing, juga untuk menyongsong kemajuan teknologi saat ini. Menurutnya saat ini dunia sedang memasuki Industri 4.0 sebagai revolusi industri generasi keempat.

Ia memaparkan, Industri 4.0 ini merupakan pola baru distruprif teknologi, sebagai otomasi dan pertukaran data terkini diberbagai teknologi industri. Dengan kehadiran Industri 4.0 sebagai “pabrik cerdas” yang mencakup sistem siber, internet, big data ini, Universitas Bung Hatta harus menyikapi dengan bijak.

“Untuk menyongsong Industri 4.0 ini, Universitas Bung Hatta harus bergerak cepat dengan berbagai terobosan dan semakin berbenah. Upaya yang dilakukan yakni menjalin kerjasama dengan pelaku industri, lembaga pemerintah, meningkatkan kompetensi lulusan, membenahi kurikulum sesuai kebutuhan industri kerja,” paparnya.

Sementara Ditjen Binalattas, Drs. Bambang Satrio Lelono, MA mengatakan bahwa selama ini PT masih memakai paradigma lama. Maksudnya, hanya menyatakan siap pakai, tapi belum mampu mewujudkan lulusan yang benar-benar siap pakai dan berdaya saing.

“Universitas Bung Hatta merupakan kampus yang pertama di Indonesia melakukan kerja sama dan pelatihan bersama BLK Padang di bawah tanggungjawab Ditjen Binalattas, agar lebih terampil dan kompeten,” ungkap Bambang usai acara.

Selama ini kerja sama perguruan tinggi dengan Dirjen Binalattas Kemenaker RI masih di bidang penelitian dan Universitas Bung Hatta sebagai perguruan tinggi pertama yang menjalin kerja sama untuk kualitas sumber daya manusia dan kompetensi lulusan. Program ini dapat menjadi percontohan bagi perguruan tinggi lainnya di Indonesia. (**Humas UBH/Metro Andalas)

Dilihat 198 kali

Navigation

Social Media