14 Mei 2018
Bunghatta.ac.id. Dalam menyambut bulan Suci Ramadan 1439 H/2018 M, Universitas Bung Hatta menyelenggarakan Ceramah Agama bersama Ustaz Ristawardi bagi dosen dan tenaga kependidikan Universitas Bung Hatta serta Yayasan Pendidikan Bung Hatta yang bertempat di Aula Gedung 6 Blok B Kampus Proklamator II Universitas Bung Hatta, Senin (14/05/2018).

Rektor Universitas Bung Hatta Prof. Dr. Azwar Ananda, MA mengatakan bulan ini sudah memasuki satu tahun masa jabatannya sebagai rektor. Berkat kerja sama dan dukungan semuanya, Rencana Induk Universitas Bung Hatta tahun 2018-2045 sudah rampung dan dapat menjadi pedoman dalam pengembangan universitas kedepannya. Begitu juga Rencana Strategis Universitas Bung Hatta tahun 2018-2023 akan segera disahkan.

“Ini semua menjadi hal yang penting bagi perguruan tinggi dalam menjaga kualitas dan mutunya. Hal ini patut kita syukuri. Dalam momen yang baik ini juga mari mempererat tali silaturahami antar satu sama lainnya dalam menyambut bulan Suci Ramadan. Bulan yang penuh berkah dan ampuan ini sebagai sarana untuk lebih kuat lagi membangun jembatan hati dan perlu menyatukan hati dalam memajukan universitas ini,” sebutnya.

Mewakili pimpinan universitas, Azwar Ananda mengucapkan selamat melaksanakan ibadah puasa Ramadan . Mari bersama-sama untuk saling mensucikan diri dengan saling maaf memaafkan antara satu sama lainnya.

Wakil Ketua Badan Pengurus Yayasan Pendidikan Bung Hatta ,Dr. Boy Yendra Tamin, S.H., M.H., menyampaikan banyak informasi terbaru dari perkembangan perguruan tinggi saat ini. Yayasan sangat mendukung semua aktivitas dan program yang dilaksanakan universitas. Namun, pencampaiannya harus mengarah pada akreditasi dan pemeringkatan.

“Dalam kesempatan yang baik ini mari bersama-sama membangun Universita Bung Hatta ini agar terus jaya dan berkualitas,” imbuhnya.

Dalam tausyiahnya, Ustaz Ristawardi menyampaikan menyambut bulan baik ini, mari memperbanya sedekah dan mempererat silaturahmi satu sama lainnya dapat memperkokoh rasa kebersamaan serta membersihkan hati dengan saling maaf memaafkan dengan sesama, mulai dari keluarga, teman sejawat hingga tetangga sekitar sehingga saat menjalankan ibadah puasa tidak ada lagi hal yang mengganjal dihati.(**Ubay-Humas UBH)


Dilihat 532 kali

Navigation

Social Media