23 Mei 2018
Bunghatta.ac.id. Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bung Hatta menyelenggarakan Pelatihan Manajamen Perpustakaan berbasis e-library untuk mendukung gerakan literasi bagi anak-anak di Komunitas Tanah Ombak, Kota Padang.

Kegiatan ini merupakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai hibah dari Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi tahun 2018 yang dilaksanakan oleh Witri Annisa, M.Pd., sebagai ketua dengan anggota Rio Rinaldi, M.Pd. dan Ade Fitri Rahmadani, M.Pd.T. Salah satu rangkaian kegiatan yang dilakukan dalam PKM ini yaitu pelatihan manajemen perpustakaan berbasis e-library di Komunitas Tanah Ombak.

Witri Annisa, S.Pd. M.Pd mengatakan kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan minat baca masyarakat dan budaya literasi di Komunitas Tanah Ombak. Salah satu cara mencapai tujuan tersebut dengan menyediakan saran perpustakaan e-library di Komunitas tersebut.

“Komunitas Tanah Ombak sudah mencanangkan budaya literasi dengan menyediakan sarana perpustakaan. Terdapat lebih kurang 3000 buku tersedia yang merupakan koleksi pribadi dan sumbangan dari berbagai pihak,” imbuhnya

Terkait dengan hal itu, Witri menyampaikan, buku-buku yang tersusun belum begitu rapi di komunitas tanah ombak perlu untuk dikelola dengan baik. Buku-buku tersebut belum terindeks atau belum diberi nomor seri. Peminjaman pun dilakukan melalui sistem manual. Banyak buku yang berkurang karena tidak terdata dengan baik.

“Melihat hal tersebut perlu diadakan upaya dalam memanajemen pengelolaan perpustakaan melalui kegiatan pelatihan dan pemasangan perangkat e-library. Kegiatan ini sudah dilaksanakan sejak bulan Maret hingga Mei 2018 mendatang ,” ujar dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ini.

Diharapkan dapat menjadikan kondisi perpustakaan di Tanah Ombak tertata dan terkelola dengan baik. Buku-buku tersebut dikelompokkan nomor serinya berdasarkan jenis buku. Apabila ada peminjam buku, pengelola dapat terbantu dengan sistem e-library.

“Dengan disediakanya sarana perpustakaan di Tanah Ombak, anak-anak bisa membaca secara bebas dan tertata dengan baik sesuai dengan katalognya. Kegiatan membaca akan lebih bermakna jika dikaitkan dengan pengetahuan sehingga dapat menunjang kemampuan akademik anak-anak Tanah Ombak. Dengan demikian budaya literasi yang sudah tercipta perlu dilakukan pembinaan agar terpola dan kontiniu sehingga kegiatan membaca lebih bermakna,” jelasnya. (**Ubay-Humas UBH)

Dilihat 266 kali

Navigation

Social Media