7 Agustus 2018
Bunghatta.ac.id. Hidelsheim City dan University of Hamburg kunjungi Universitas Bung Hatta, Selasa (7/8/18), dalam rangka mewadahi kerja sama dengan pemerintah Kota Padang. Selain itu, program dalam kegiatan juga dilaksanakan simposium yang membicarakan mengenai waste management dan inclusive education.

Universitas Bung Hatta mempersiapkan kerja sama luar negeri, seperti Jerman. Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan, “Mahasiswa dibekali dengan kemampuan bahasa Jerman agar ketika mendapat kesempatan magang atau berkuliah di sana, mahasiswa sudah siap,”kata Prof. Dr. Azwar Ananda, M.A., Rektor Universitas Bung Hatta.

Kerja sama Universitas Bung Hatta dengan Hidelsgheim sejalan dengan program Kota Padang digandengkan secara maraton. Kerja sama UBH, HAWK, Hidelsheim, dan Kota Padang telah terjalin selama 30 tahun. Student exchange dan dual degree akan ditingkatkan. Saat ini, sudah 72 orang mahasiswa Bung Hatta berangkat ke Jerman dalam rangka pertukaran pelajar, terutama dari Fakultas Teknik Sipil.

Dalam kegiatan itu, turut hadir Dr. Bambang Susanto (Konjen RI untuk Hamburg), Dr. Ingo Mayer (Walikota Hidelsheim), Beate König (Wakil Walikota Hidelsheim), Prof. Dr. Sven Degenhardt (University of Hamburg), Dipl. Ing. Roland Schlueter beserta istri, Frank Ewert, perwakilan Dinas Pendidikan Kota Padang dan Dinas LH.

Dari pertemuan itu, dua persoalan pokok dibicarakan, yakni mengenai pengelolaan sampah dan praktik pendidikan inklusi bagi anak tunanetra. Untuk pengelolaan sampah, Frank Ewert dan Dr. Ingo Mayer selaku pembicara mengatakan bahwa di Heidelsheim sendiri persoalan sampah menjadi penting. Kebersihan menjadi hal yang utama. Secara intensif, diberlakukan aturan membuang sampah sesuai tempatnya. Setiap rumah tangga disediakan tempat sampah sesuai dengan jenis materialnya. Sampah-sampah yang sudah dikelompokkan itu kemudian dijemput secara berkala oleh petugas.

Dari segi pendidikan, Dinas Pendidikan Kota Padang memaparkan upaya-upaya pemerhatian terhadap anak tunanetra. Latar belakang guru yang mengajar bagi anak tunanetra ada yang berasal dari dinas terkait dan lulusan perguruan tinggi yang berasal dari Jurusan Pendidikan Luar Biasa. Dari paparan perwakilan Dinas Pendidikan Kota Padang, diperoleh gambaran bahwa saat ini untuk pendidikan inklusi sudah dilaksanakan semaksimal mungkin dengan membangun motivasi bagi anak-anak yang berkebutuhan khusus itu.

(Rio)


Dilihat 304 kali

Navigation

Social Media