Berita Terbaru
Sabtu, 30 Juli 2005
Universitas Bung Hatta
19 Mahasiswa Teknik Ekonomi Konstruksi (QS) Universitas Bung Hatta direkrut PT EC Harris
Sebuah perusahaan besar PT EC Harris, yang berkantor pusat di London dan mempunyai cabang di beberapa negara seperti Hongkong, Malaysia, Singapura, Vietnam, Thailand, Jepang, bergerak di bidang Teknik Ekonomi Konstruksi (Quantity Surveyor), Sabtu (30/7/2005) menyeleksi sebanyak 19 orang mahasiswa Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) jurusan Teknik Ekonomi Konstruksi (Quantity Surveyor) Universitas Bung Hatta untuk direktur sebagai tenaga Teknik Ekonomi Konstruksi di perusahaan itu.
Senior Quantity Surveyor PT EC Harris cabang Jakarta, yang turun langsung ke Universitas Bung Hatta ketika menyeleksi mahasiswa Universitas Bung Hatta, Sabtu (30/7/2005) di ruang sidang FTSP Universitas Bung Hatta mengatakan, pilihan untuk merekrut mahasiswa Universitas Bung Hatta karena hanya Universitas Bung Hatta satu satunya Universitas yang memiliki jurusan Teknik Konstruksi Ekonomi (QS).
Bagi mahasiswa yang lulus seleksi akan ditempatkan di PT Harris sebagai karyawan dan akan menjalani percobaan selama 3 bulan. Namun karena mahasiswa Universitas Bung Hatta ini masih belum menyelesaikan studinya, PT EC Harris akan memberikan kesempatan kepada mereka untuk menyelesaikan studinya sampai selesai.
Sementara Pembantu Rektor I (Purek) Universitas Bung Hatta Dr.Ir. Nasfrysal Carlo mengaku bangga atas pilihan PT EC Harris, karena ini merupakan suatu prestasi dan penghargaan yang tinggi terhadap Universitas Bung Hatta. “Bayangkan belum selesai studi pun mahasiswa sudah direktur oleh perusahaan yang begitu besar dan ternama,” ungkap Carlo.
Karena itu, ia berharap para mahasiswa Teknik Ekonomi Konstruksi (QS) maupun semua mahasiswa jurusan lainnya di Universitas Bung Hatta untuk belajar dan mengikuti kuliah sungguh-sungguh.
Dijelaskannya, profesi Teknik Ekonomi Konstruksi (Quantity Surveyor) adalah profesi yang ahli dalam bidang ekonomi pembangunan untuk memastikan bahwa sumber daya yang digunakan dalam suatu proyek pembangunan. Profesi ini dapat memberikan jasa konsultasi terhadap biaya pembangunan suatu proyek dan manajemen pelaksanaannya selama proses pembangunan. Profesi ini menitikberatkan kepada menaksir dan mengukur nilai dari biaya rencana, pelaksanaan dan pengawasan proyek.
Sampai saat ini belum ada satupun institusi di Indonesia yang sudah melaksanakan program studi teknik ekonomi konstruksi secara formal. “Oleh sebab itu profesi ini sangat dibutuhkan, dan program teknik ekonomi konstruksi di Universitas Bung Hatta merupakan yang pertama dan satu-satunya institusi pendidikan formal yang melaksanakan, berdasarkan SK Mendiknas No. 1332/D/T/ 2002 tanggal 5 Juli 2002, membuka dan menerima mahasiswa baru program D3 Teknik Ekonomi Konstruksi (Quantity Surveying) tahun akademik 2003/2004,” terangnya.
Di Indonesia profesi QS sampai saat ini dilakukan oleh sebagian lulusan teknik arsitektur dan teknik sipil. Namun profesi ini belum terjangkau oleh kedua lulusan teknik ini secara maksimal, padahal profesi ini dituntut untuk profesional. “Sampai saat ini belum ada satupun institusi di Indonesia yang sudah melaksanakan program studi teknik ekonomi konstruksi secara formal. Profesi ini sangat dibutuhkan, dan program teknik ekonomi konstruksi di Universitas Bung Hatta merupakan yang pertama dan satu-satunya di Indonesia,” terang Carlo lagi.