Berita Terbaru
Jumat, 29 Januari 2010
Universitas Bung Hatta
240 Mahasiswa UBH Korban Gempa Peroleh Beasiswa Dari DIKTI
Sebanyak 240 orang mahasiswa Universitas Bung Hatta (UBH) menerima beasiswa bantuan korban gempa dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Depdiknas RI. Beasiswa ini diserahkan oleh Rektor UBH Prof. Dr. Ir. Hafrijal Syandri, MS di Ruang Sidang Rektor, Jumat (29/1).
Pada kesempatan itu, Rektor Hafrijal Syandri menyatakan, keluarga besar UBH ikut berduka atas musibah gempa bumi 30 September 2009 lalu yang mengakibatkan banyak rumah dan tempat usaha orang tua mahasiswa rusak. Dengan adanya beasiswa dari Dikti ini diharapkan dapat meringankan beban orang tua untuk biaya studi mahasiswa.
aManfaatkanlah beasiswa ini untuk memperlancar penyelesaian studi
saudara. Jangan sekali-kali saudara gunakan untuk beli handphone (HP)
baru pula. Makanya, dana beasiswa ini langsung kita transfer ke
rekening masing-masing mahasiswa penerima,a tegas Hafrijal Syandri
mengingatkan.
Sementara itu, Wakil Rektor III UBH Dra. Susi Herawati, M.Pd
menyatakan, beasiswa ini diberikan oleh Dirjen Dikti bagi mahasiswa di
lingkungan Kopertis Wilayah X yang menjadi korban gempa 30 September
2009 lalu. Dari UBH terdaftar sebanyak 440 orang mahasiswa yang rumah
dan tempat usaha orang tuanya rusak akibat gempa 7,9 SR tersebut.
Namun setelah diseleksi, hanya 240 orang mahasiswa (dari 22 program
studi) yang memenuhi syarat memperoleh beasiswa Dikti ini.
Susi menambahkan, syarat mahasiswa penerima beasiswa bantuan gempa
adalah rumahnya rusak berat atau sedang, orangtuanya meninggal akibat
gempa, atau usaha orang tuanya terganggu akibat gempa. Selain korban
gempa pihaknya juga mensyaratkan penerima beasiswa adalah mahasiswa
berprestasi secara akademik atau aktivitas kemahasiswaan. Dimasukannya
syarat mahasiswa berprestasi, kata Susi, agar mahasiswa yang
berprestasi tidak menurun motivasi belajarnya akibat bencana gempa.
aBantuan beasiswa korban gempa ini diberikan sebesar Rp 1,5
juta/mahasiswa untuk 3 bulan, terhitung Oktober s/d Desember 2009,a
ujarnya lagi.