247 Lagi, Fasilitator Tahap II Ikut Pelatihan di UBH Berita Terbaru
Selasa, 13 Juli 2010
Universitas Bung Hatta

247 Lagi, Fasilitator Tahap II Ikut Pelatihan di UBH

Sebanyak 247 orang lagi fasilitator untuk menyukseskan rehap rekonstruksi pascagempa 30 September 2009, Selasa (13/7) sampai Kamis (15/7) nanti kembali mengikuti pelatihan teknis dan berkomunikasi dengan masyarakat,di Universitas Bung Hatta sebelum turun ke lapangan, serta segala persiapan teknis dan soft skill diberikan oleh pemerintah. Pelatihan tahap II tersebut dibuka secara resmi di Kampus UBH oleh Sekdaprov Sumbar, Mahmuda Riva'i, dihadiri jajaran terkait dalam pengucuran dana bantuan perumahan, Rektor UBH Prof.Dr. Hafrijal Syandri dan para instruktur dari FTSP-UBH. Dalam sambutannya, Mahmuda Riva'I menyampaikan seputar Kebijakan Pemerintah Dalam Rehab Rekon Sumbar. Dana tahap II, untuk perumahan Rp1,9 Triliun. "Namun turunnya juga dua kali. Kita sebut tahap IIa, tahap IIb. Kehadiran fasilitator diharapkan menjadi bagian penting menyukseskan rehab rekon Sumbar," ujarnya. Menurut ketua Pelaksana, Dr. Bahrul Hanif, Ketua Jurusan Teknik Sipil UBH, ke-247 fasilitator tersebut terdiri 82 orang untuk fasilitator teknis dan 165 orang untuk fasilitator pemberdayaan. aMereka akan bertugas di Kota Padang, Kabupaten Padangpariaman, Kota Pariaman, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Solok, Kabupaten Agam, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Kota Padangpanjang, Kabupaten Tanahdatara ujarnya lagi. Pelatihan tersebut dipercayakan oleh BNPB melalui Dinas Prasjal tarkim Sumatera Barat kepada Universitas Bung Hatta, mengingat pentingnya peran fasilitator. aKarena para fasilatator tersebut umumnya adalah sarjana yang baru tamat, jadi diperlukan pembekalan lebih soal kepemimpinan dan komunikasi kelompok," tambah Bahrul. Selama tiga hari di lokasi pelatihan, pembekalan yang diberikan oleh dosen-dosen dari Universitas Bung Hatta dengan materi antara lain tentang pembangunan rumah berbasis masyarakat, penyusunan anggaran biaya, pengawasan dan perbaikan rumah, tata cara perbaikan rumah rusak akibat gempa, perencanaan teknis rumah tahan gempa, serta isu-isu lokal dalam pembangunan rumah. Peserta juga akan mendapatkan materi tentang mekanisme pencairan dana bantuan gempa, dasar-dasar berkomunikasi dengan masyarakat, pengelolaan pengaduan Mmsyarakat, serta monitoring, evaluasi, pelaporan dan sistim infromasi, perencanakan/fasilitasi persiapan pekerjaan di lapangan. Selama di lapangan Tugas fasilitator ini adalah, mendampingi Kelompok Masyarakat (Pokmas) dalam mengelola dana bantuan Rp15 Juta untuk Korban Rusak Berat (BR), Rp10 Juta (Rusak Sedang), dan Rp1 Juta (Rusak Ringan). Fasilitator juga bertugas mendampingi, kampanye rumah aman gempa dan membuat laporan kemajuan pekerjaan secara berkala tiap bulannya.