25 TAHUN UBH, 5 Rumah Tak Layak Huni Segera ‘Dibedah’ Berita Terbaru
Senin, 13 Februari 2006
Universitas Bung Hatta

25 TAHUN UBH, 5 Rumah Tak Layak Huni Segera ‘Dibedah’

Gebrakan awal peringatan 25 tahun Universitas Bung Hatta di Kampung Tangah Kelurahan Ulak Karang Selatan Minggu (12/2/2006), yang diawali dengan kegiatan gotong royong, penanaman 300 pohon pelindung, penyemprotan nyamuk demam berdarah dan peninjauan rumah tidak layak huni oleh Wakil Walikota Drs. H. Yusman Kasim bersama segenap civitas akademika Universitas Bung Hatta disambut haru oleh warga Kampung Tangah. Menurut Yusman Kasim, selama 25 tahun kehadiran Universitas Bung Hatta telah membawa dampak positif terhadap lingkungannya, sehingga tak bisa dipungkiri keberadaannya telah ikut memajukan pendidikan dan perekonomian masyarakat, terutama masyarakat yang berada di seputar lingkungan kampus Universitas Bung Hatta. Meski demikian, kata Yusman Kasim, Universitas Bung Hatta tanpa dukungan masyarakat dan pemerintah kota Padang tidak akan berarti apa-apa. “Karena itu antara masyarakat Universitas Bung Hatta dan masyarakat harus saling bersinergi, tidak saling menghujat, tidak saling iri dan dengki. Tapi harus saling koreksi demi kebaikan bersama,” ujar Yusman Kasim. Pada peringatan lustrum 25 tahun Universitas Bung Hatta pemerintah kota Padang juga menyerahkan satu buah becak sampah untuk masyarakat Kampung Tangah, dan membantu ‘membedah’ dua unit rumah warga yang tidak layak huni. Usai penanaman pohon pelindung, Wawako ditemani Rektor Universitas Bung Hatta langsung meninjau lokasi goro dan rumah penduduk yang tak layak huni yang telah ditetapkan panitia lustrum untuk dibedah. Setelah melihat salah satu kondisi rumah warga, Wawako merasa sangat prihatin, dan dengan spontan pun Yusman Kasim, akan turun membantu membangun rumah warga yang tak layak huni itu sebanyak dua unit rumah. “Dengan ikutnya Pemko Padang membantu membedah dua unit rumah, berarti dalam rangka peringatan lustrum ini ada lima buah rumah yang akan dibedah di Kelurahan Ulak Karang Selatan ini. Dua rumah yang telah dipilih pihak panitia lustrum adalah rumah Eri Koral dan rumah Aisyah, sementara 3 rumah lagi akan ditentukan kemudian,” ujar Rektor Universitas Bung Hatta Prof. Dr. Yunazar Manjang. Yunazar Manjang yang turun langsung bersama Yusman Kasim dan Kadinas Kesehatan Kota Padang, dr. Hasrir Saoes, serta sejumlah Kepala Dinas meninjau kondisi rumah Eri Koral dan Aisyah, merasa sangat prihatin melihat kondisi rumah tersebut, karena rumah tersebut hanya berlantai tanah, berdinding papan sibiran dan parahnya lagi rumah tersebut tidak ada ventelasinya. Dijelaskan Yunazar Manjang, rumah-rumah penduduk yang tak layak huni itu akan dibantu Universitas Bung Hatta, alumni Universitas Bung Hatta dan Pemko Padang, sehingga yalak untuk ditempat. “Masing-masing rumah tersebut akan dibantu Rp6 juta,” katanya