AlQuran dan Laut : Laut Mengandung Potensi Luar Biasa Berita Terbaru
Rabu, 07 Desember 2011
Universitas Bung Hatta

AlQuran dan Laut : Laut Mengandung Potensi Luar Biasa

Kalau kita mendengar tentang laut, yang terbersit adalah ikan. Padahal harusnya di dalamnya terkandung potensi luar biasa. Inilah yang disampaikan Ir Agus Jamil,MSc, penulis buku Alquran dan Lautan, ahli perminyakan Brunei Darussalam, saat memberikan kuliah umum bagi puluhan mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta (FPIK-UBH), Rabu,7/12. Kuliah umum yang di gelar FPIK-UBH itu dihantar oleh Wakil Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah, SP dan dibuka oleh Rektor UBH Prof.Dr. Hafrijal Syandri,MS, yang dihadiri tidak hanya oleh puluhan mahasiswa, tetapi juga di ikuti Ir, Eyviet Nazmar,MS KaDinas Kelautan dan Perikanan, serta dosen-dosen FPIK-UBH dan guru-guru SMK kelautan yang ada di Padang. Dalam pemaparannya, Agus Jamil mengungkapkan 92% masyarakat kita tinggal di kepulauan dan pasti terkait dengan laut. "Sedangkan kalau kita mendengar tentang laut, yang terbersit adalah ikan. Padahal harusnya terkandung potensi luar biasa yang lebih dari sekedar ikan," ungkapnya. Lebih lanjut Agus menjelaskan, bila ditilik lebih dalam di Al Quran, ada banyak hal yang dapat digali dari laut. "Pangan, kapal, sumber daya alam dan keuntungan yang diperoleh dari laut itu merupakan hal - hal; yang dapat digali dari laut sebenarnya sudah tercatat di sana, tinggal dipelajari dan digali maknanya sajaaimbuh Jamil. Ia mencontohkan, dalam salah satu bagian dinyatakan laut yang di dalam tanahnya ada api. Nah itu artinya di dalam laut ada energi yang tersimpan. "Dari hasil penelitian, ternyata gunung berapi paling banyak berada dalam laut, ada puluhan ribu yang berada di lautan Pasifik dan Hindia, di pulau Jawa saja terdapat lebih dari 50 gunung berapi " contoh Jamil. Menurutnya lagi, bahwa sumber kelautan merupakan aset langka yang belum banyak digali manusia. Justru oleh sebagian orang, laut ditahayulkan dengan aneka ragam dongeng mistik yang jauh dari kemanfaatannya. Kesadaran untuk mengembangkan potensi laut seharusnya sejak dini ditanamkan pada generasi muda, para peserta didik yang akan menjadi pewaris alam semesta ini kelak. aDalam al-quraTMan, setidaknya terdapat 40 ayat yang secara khusus membicarakan laut, lautan, atau kelautan. Secara garis besarnya, ayat-ayat tersebut menginformasikan bahwa laut adalah sumber daya potensial. Air (laut) dan tanah merupakan dua sumber senyawa makhluk hidup. Komponen biologis manusia misalnya, tak luput dari kedua sumber tersebuta, tandasnya. Di akhir materi kuliahnya, Agus menambahkan, penciptaan laut seharusnya disyukuri dengan cara menjaga dan menjadikan sebagai sumber daya yang berguna. Mensyukuri membutuhkan ilmu pengetahuan yang memadahi. Tanpa ilmu pengetahuan yang memadahi, sumber potensi kelautan tidak akan bisa tergali maksimal untuk kemakmuran jagat raya ini. (**Indrawadi-Humas UBH)