Aman, Mahasiswa KKN-PPM UBH di Kaki Marapi Berita Terbaru
Rabu, 03 Agustus 2011
Universitas Bung Hatta

Aman, Mahasiswa KKN-PPM UBH di Kaki Marapi

Letusan gunung Merapi yang terjadi pukul 08.31 WIB, Rabu pagi tadi (03/08/2011), membuat mahasiwa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Bung Hatta (UBH) dirundung rasa cemas pada malam harinya. Menyikapi kondisi Marapi tersebut, Wakil Rektor I, Dr.Eko Alvares, MSAA meminta agar mahasiswa yang KKN di Nagari Pariangan jangan terlalu cemas dengan aktivitas gunung marapi itu dan ia akan mencoba mencari informasi kepada pihak yang berwenang, saat salah seorang mahasiswa menghubungi Sekretaris Pelaksana KKN-PPM, Suamperi.SH,MH. Selang beberapa waktu, Eko Alfarez melalui kontak ponsel dengan Vivianika Sarly, mahasiswa KKN-PPM di Pariangan mengungkapakan, bahwa warga sekitar tidak panik dan aman-aman saja. Eko mengingatkan agar mahasiswa yang KKN di Nagari Pariangan tetap waspada dan bila terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan supaya berkordinasi dengan cepat dengan wali nagari dan jorong setempat. Pagi sebelumnya (Rabu,03/08/2011) Wakil Rektor I, Dr.Eko Alvares, MSAA yang didampingi oleh Prof.Dr .M. Amri, MP dan Suamperi SH, MH baru saja mengunjungi mahasiwa KKN-PPM UBH di Nagari Pariangan Kabupaten Tanah Datar. Eko menambahkan, mereka tidak mengetahui jika telah terjadi letusan di gunung marapi pagi itu yang bertepatan saat kunjungan tim meninjau pelaksanaan KKN-PPM disana. aKami pun tidak merasakan letusan yang katanya sangat keras tersebuta ujar Eko. Wakil Rektor I dalam kunjungannya, tidak hanya di Nagari Pariangan tetapi masih ada 8 Nagari lagi yang akan dikunjungi diantaranya Nagari Pagaruyung, Nagari Sungayang, Nagari Andalas Baruh Bukit, Nagari Rambatan, Nagari Rao-Rao, Nagari Koto Baru, Nagari Sungai Tarab dan Nagari Guguak Malalo. Nagari Pariangan dianggap sebagai nagari pertama orang Minangkabau. Nagari ini terletak dipinggir jalan antara Padangpanjang-Batusangkar persis di lereng gunung marapi dengan luas wilayah sekitar 17,97 km2. Nagari Pariangan terdiri dari dua jorong yaitu jorong sikaladi dan jorong guguk. Menurut Tunti Asparingga, mahasiswa KKN di jorong sikaladi menceritakan dalam laporannya, ia dengan rekan-rekannya akan melakukan kegiatan yaitu pembuatan pondok sholat dari kayu di Pincuran Tinggi. aPincuran tinggi ini salah satu pemandian yang sumber airnya keluar dari batu, tingginya sekitar 1-2 meter dan konon berkhasiat karena airnya sangat bersih dan menyegarkana katanya Tutni. aKemudian selain pincuran tinggi ada juga batu batagak yang dapat dikembangkan untuk pariwisata, sehingga dapat menambah pemasukan bagi warga setempat yang kesehariannya bercocok tanam itu,a tambah Tunti mahasiswa Jurusan Teknik Sipil. Disamping pengembangan pariwisata mahsiswa di jorong sikaladi akan melakukan pengajaran kepada siswa Sekolah Dasar Negeri 26 oleh mahasiswa FKIP, sedangkan dari mahasiswa akuntasi akan membantu pembukuan dalam koperasi simpan pinjam. Jorong guguk merupakan jorong yang letaknya tepat di kaki gunung marapi dan menjadi akses masuk untuk para pendaki gunung marapi. aDi jorong ini rencananya kami akan membuat bak sampah dari beton,a ungkap Rahmad Hidayat mahasiswa KKN jorong guguk ketika melaporkan kegiatan ke Wakli Rektor I. aSelain membuat bak sampah kami juga akan mengajar siswa sekolah dasar pelajaran matematika dan bahasa inggris pada hari kamis (04/08/2011) di kantor jorong,a tambahnya.(Bey Ubay Story, Wawasan Proklamator)