Alumni
Auditor BPKP Sumbar Jadi Wisudawan Terbaik Magister Manajemen Universitas Bung Hatta
Menjalani karier profesional sekaligus membangun kehidupan keluarga bukanlah perkara mudah. Di tengah tuntutan pekerjaan yang semakin kompleks, perempuan sering kali dihadapkan pada tantangan untuk menjaga keseimbangan antara tanggung jawab di tempat kerja dan peran dalam keluarga.
Pengalaman dan persoalan tersebut menjadi salah satu perhatian Ikrimah Hani Aturrofidha, auditor pada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sumatera Barat, yang berhasil meraih predikat Wisudawan Terbaik Program Studi Magister Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Bung Hatta, dengan IPK 3,98 pada Wisuda Akademik ke-86 Universitas Bung Hatta pada 25 Oktober 2026 lalu.
Prestasi tersebut terasa semakin bermakna karena topik tesis yang diangkat Hani tidak terlepas dari realitas kehidupan profesional yang dijalaninya. Melalui penelitian berjudul “Pengaruh Thriving at Work dan Kepribadian terhadap Konflik Kerja–Keluarga dengan Kecanduan Kerja sebagai Variabel Mediasi”, Hani berupaya mengkaji bagaimana perkembangan diri di lingkungan kerja, karakter individu, dan kecenderungan kecanduan kerja dapat memengaruhi hubungan antara kehidupan profesional dan keluarga.
Penelitian ini mengangkat persoalan yang dekat dengan kehidupan para pekerja, terutama mereka yang memiliki tanggung jawab profesional sekaligus keluarga. Tuntutan untuk selalu produktif, menyelesaikan pekerjaan, dan mencapai target organisasi terkadang membuat batas antara waktu kerja dan kehidupan pribadi menjadi semakin tipis. Kondisi tersebut dapat memicu konflik kerja–keluarga apabila tidak dikelola dengan baik.
Bagi Hani, perjalanan menyelesaikan pendidikan magister di tengah kesibukan sebagai auditor menjadi bagian dari proses pengembangan diri. Menjalankan tugas profesional sekaligus memenuhi tuntutan akademik tentu membutuhkan komitmen, kedisiplinan, dan kemampuan mengatur waktu. Namun, proses tersebut membuahkan hasil membanggakan dengan capaian IPK 3,98 sekaligus predikat wisudawan terbaik.
Kebahagiaan pada momen wisuda ke-86 Universitas Bung Hatta juga terasa semakin lengkap karena Hani mengikuti prosesi wisuda bersama suaminya, Garry Kusuma. Kebersamaan dalam menyelesaikan pendidikan tinggi ini menjadi momen istimewa bagi keduanya. Tidak hanya itu, sekitar empat hingga lima orang rekan sejawatnya dari BPKP Perwakilan Sumatera Barat juga turut menyelesaikan pendidikan Magister Manajemen pada angkatan yang sama di FEB Universitas Bung Hatta.
Kehadiran sejumlah profesional dari lingkungan BPKP tersebut memperlihatkan bahwa pendidikan tinggi menjadi salah satu pilihan penting dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia. Pengalaman di dunia kerja yang dipadukan dengan penguatan pengetahuan akademik diharapkan mampu melahirkan perspektif baru, meningkatkan kemampuan analisis, serta memperkuat kontribusi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab profesional.
Dekan FEB Universitas Bung Hatta Dr. Listiana Sri Mulatsih, S.E., M.M., CEAP menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih Hani. Pencapaian tersebut menjadi gambaran bahwa kesibukan dalam dunia kerja bukanlah penghalang untuk melanjutkan pendidikan dan meningkatkan kompetensi. FEB Universitas Bung Hatta terus mendorong lahirnya lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu mengaplikasikan ilmu pengetahuan untuk menjawab berbagai persoalan nyata di dunia kerja dan masyarakat.
Lebih dari sekadar pencapaian akademik, penelitian Hani juga memiliki relevansi dengan agenda pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Kajian mengenai konflik kerja–keluarga dan tantangan perempuan dalam dunia profesional berkaitan dengan SDG 5 (Kesetaraan Gender), yang mendorong terciptanya kesempatan dan lingkungan yang mendukung perempuan untuk berkembang.
Pembahasan mengenai kecanduan kerja dan keseimbangan kehidupan profesional dengan keluarga juga sejalan dengan SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), khususnya dalam mendorong kesejahteraan dan kualitas hidup pekerja. Sementara itu, keberhasilan Hani menyelesaikan pendidikan magister mencerminkan semangat pembelajaran sepanjang hayat yang mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas).
Kisah Ikrimah Hani Aturrofidha menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak berhenti ketika seseorang memasuki dunia kerja. Sebaliknya, pengalaman profesional dapat menjadi sumber pembelajaran untuk terus berkembang, memperluas wawasan, dan menghasilkan pemikiran yang bermanfaat. Prestasi ini sekaligus memperkuat komitmen FEB Universitas Bung Hatta dalam mencetak lulusan yang memiliki kompetensi, daya saing, dan kepedulian terhadap berbagai persoalan sosial.
Selamat kepada Ikrimah Hani Aturrofidha atas pencapaian yang membanggakan. Semoga ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Universitas Bung Hatta menjadi bekal untuk terus berkarya, mengembangkan profesionalisme, serta memberikan kontribusi nyata bagi institusi, keluarga, dan masyarakat.