Kemahasiswaan
BEM FEB Universitas Bung Hatta Gelar Debat Ekonomi Nasional
Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (BEM FEB) Universitas Bung Hatta Kabinet Satya Prakarsa Periode 2026 menggelar Lomba Debat Ekonomi Nasional di Aula Gedung B3 Kampus Proklamator II Universitas Bung Hatta pada 22 September 2026.
Mengusung tema “Ekonomi Nasional: Kedaulatan Ekonomi in a Changing World”, kompetisi tersebut mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dan komunitas di Sumatera Barat seperti Tim Fisipol Universitas Andalas, dua tim dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Tim BEM FEB Universitas Baiturrahmah, Tim GENBI, serta Tim Manajemen FEB Universitas Bung Hatta.
Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, menganalisis persoalan ekonomi, serta menyampaikan gagasan secara argumentatif dan terstruktur.
Dalam setiap sesi, peserta dituntut membangun argumentasi berdasarkan data dan informasi yang relevan, memahami persoalan secara komprehensif, serta memberikan respons terhadap argumentasi tim lawan secara cepat dan logis. Isu yang dibahas berkaitan dengan berbagai tantangan perekonomian nasional, mulai dari kebijakan pemerintah, kepentingan masyarakat, daya saing industri, perdagangan internasional, hingga perubahan lingkungan ekonomi global.
Kemampuan critical thinking, problem solving, komunikasi, penguasaan data, dan kerja sama tim menjadi bagian penting yang diuji selama kompetisi. Peserta tidak hanya dituntut mempertahankan posisi tim, tetapi juga mampu mengidentifikasi kelemahan argumentasi lawan dan memberikan tanggapan yang relevan berdasarkan sudut pandang ekonomi.
Dekan FEB Universitas Bung Hatta, Dr. Hj. Listiana Sri Mulatsih, S.E., M.M., CEAP, menyampaikan kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk pembelajaran mahasiswa di luar ruang kuliah. Menurutnya, debat memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menghubungkan pengetahuan akademik dengan persoalan ekonomi aktual yang dihadapi Indonesia.
“Di tengah perubahan ekonomi global yang berlangsung cepat, mahasiswa perlu memiliki kemampuan untuk membaca situasi, mengolah informasi, melihat persoalan dari berbagai perspektif, dan menyampaikan gagasan secara terstruktur,” ujar Listiana.
Ketua Pelaksana Lomba Debat Ekonomi Nasional, Rayyan Minang Pratama, mengatakan kompetisi tersebut tidak hanya berorientasi pada kemenangan, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membangun keberanian dalam berpikir, berbicara, dan mempertanggungjawabkan gagasannya.
“Kompetisi ini tidak hanya berbicara mengenai kemenangan dalam sebuah pertandingan, tetapi juga tentang bagaimana mahasiswa membangun keberanian untuk berpikir, berbicara, dan mempertanggungjawabkan gagasannya,” ungkap Rayyan.
Pada akhir kompetisi, Tim Fisipol Universitas Andalas berhasil meraih juara pertama, disusul salah satu Tim IPDN sebagai juara kedua, dan Tim Manajemen Universitas Bung Hatta sebagai juara ketiga. Penghargaan Best Speaker juga diraih Wigi Dwy Indrayansah dari Tim Fisipol Universitas Andalas.
Pelaksanaan Lomba Debat Ekonomi Nasional turut mendukung pencapaian SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan keterampilan berpikir kritis, komunikasi, analisis, dan pembelajaran berbasis isu aktual.