Berita Terbaru
Sabtu, 06 Mei 2006
Universitas Bung Hatta
BEM UBH Gelar Operasi Katarak Gratis
Penyakit mata Katarak bila tidak segera diobati akan menyebabkan kebutaan bagi penderitanya, karena itu bagi masyarakat yang menderita katarak segeralah periksakan ke rumah sakit atau pada dokter spesialis mata. Karena 0,8 persen kebutaan yang dialami masyarakat disebabkan oleh katarak.
Hal itu diungkapkan dr. spesialis mata Yuskar Syarif, salah seorang tim dokter yang berjumlah sebanyak 10 orang yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Ahli Mata Indonesia (Perdami) kepada wartawan disela-sela kegiatan operasi katarak gratis yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bung Hatta bekerjasama dengan Lembaga Eksekutif Fakultas dan UKM di Gedung L Kampus I Ulak Karang Padang.
Menurut Yuskar, penderita katarak yang bisa dioperasi adalah penderita yang penglihatannya masih kabur, bila penglihatan penderita sudah hitam, maka penderita tersebut tak bisa lagi dioperasi. Karena itu ia menganjurkan penderita katarak untuk segera mungkin mengobatinya.
Sementara Ketua Pelaksana Operasi Katarak Gratis, Ferdinan mengatakan, dari brosur dan pemberitahuan yang disampaikan kepada masyarakat melalui Kelurahan, terdapat lebih kurang 122 orang masyarakat yang mendaftar, namun setelah melalui pemeriksaan oleh dokter ternyata yang bisa mengikuti operasi Katarak Gratis ini hanya sebanyak 27 penderita. Sementara sisanya ada yang mesti dirawat intensif dan hanya terkena lemak saja, bahkan ada yang tidak perlu dioperasi.
Dikatakannya, pasien yang sudah menjalani operasi akan menjalani rawat ini selama 1 hari di gedung L. Dan untuk rawat ini panitia hanya menyediakan tempat dan kasur, sementara untuk kebutuhan lainnya disediakan oleh keluarga pasien.
Menurut Ferdinan, Operasi katarak Gratis ini merupakan yang ketiga kalinya digelar oleh mahasiswa Bung Hatta, pada tahun sebelumnya kegiatan yang sama juga telah digelar di Batusangkar dan Lembah Gumanti Solok aMudah-mudahan kegiatan ini bisa meringankan beban masyarakat khususnya mereka yang menderita katarak,a ujar Ferdinal berharap. ***