"Blue Smar", Inkubator Bisnis Fakultas Perikanan UBH Berita Terbaru
Rabu, 02 Mei 2007
Universitas Bung Hatta

"Blue Smar", Inkubator Bisnis Fakultas Perikanan UBH

Konsep dan perencanaan yang matang serta niat untuk berbagi ilmu sebelum memulai usaha adalah kunci sukses sebuah usaha. Mungkin prinsip inilah yang di pegang Ir. Desfialti, didukung penuh oleh jajaran pimpinan Universitas Bung Hatta dan Fakultas Perikanan, Desfialti memasarkan produk-produk serba ikan secara modern dan cepat saji di lingkungan Kampus I UBH. Memanfaatkan salah satu ruangan laboratorium penelitian perikanan UBH seluas 9 meter persegi, Desfialti jebolan Fakultas Perikanan UBH tahun 1987 ini menyulapnya sebagai sentra bisnis produk perikanan. Sebelum menjadikan ruangan tersebut sebagai outlet perikanan, "Blue Smart" begitulah sentra bisnis serba ikan itu diberi nama. Kartini yang kerap disapa Efi ini adalah pengusaha "home industri" CV.DA PABATA dengan produk serba ikan antara lain produksinya Ikan Salai Palembayan, Rendang Pensi Singkarak, Ikan Bilih Salai Singkarak, Ikan Bilih Singkarak Goreng dan Rendang Padang Wanda di Komplek Perumahan Mega Permai, Kayu Kalek Padang, produk khas Efi ini bahkan telah dipasarkan sampai ke negeri tetangga. Tak jarang disetiap pameran atau bazar-bazar yang diadakan, produk lele asap "home industri" Efi ini selalu mengisi stand yang disediakan, baik sebagai UKM maupun diminta oleh instansi seperti Dinas Perdagangan dan Industri, Dinas Perikanan dan Kelautan ataupun Dinas Koperasi dan UKM untuk selalu memamerkan produknya. Karena wirausahanya yang sukses tersebut, akhirnya Efi diminta untuk kembali kekampus dan mengajar matakuliah "kewirausahaan" oleh Dekan Fakultas Perikanan. "Sudah lama saya ingin mengembangkan kewirausahaan ini terhadap mahasiswa perikanan, tetapi kesempatan dan waktu terbatas, karena hampir tiap pekan harus ke Pekanbaru dan Jambi mengontrol usaha yang sama disana", ucapnya. Namun demikian ia selalu menyediakan waktu untuk mengisi orientasi penerimaan mahasiswa baru setiap tahun di UBH. Dekan Fakultas Perikanan Ir. Yempita Effendi,MS mengatakan, wacana membuka "Blue Smart" tersebut pertama kali dilemparkan oleh Efi saat Mubes Alumni tahun lalu. Wacana tersebut mendapat respon dan dukungan dari alumni maupun akademika UBH, namun belum terealisasikan karena masalah teknis dan berbagai hal lainnya. "Setiap berjumpa dengan alumni yang telah sukses, baik sebagai PNS atau wirausaha lainnya, selalu didesak agar wacana tersebut direalisasikan", tegas Yempita. Membuka inkubator bisnis dilingkungan kampus, apalagi bidang perikanan terkesan seperti hanya untuk pajang merek semata . Tetapi dengan moto "bersama kita" keluarga besar Fakultas Perikanan UBH hal itu tidak terbukti. Kenyataannya, soft opening Kamis (26/4/07) kemarin, dalam setengah hari buka, omset dari "Blue Smart" mencapai lebih dari Rp. 800.000. Memanfaatkan kedatangan Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah sebagai keynote speaker seminar Pengentasan Kemiskinan dan Penanggulangan Bencana yang digelar dalam rangka Dies Natalis ke 26, panitia penyelenggara "membajak Mensos dan dewan pembinaYayasan Pendidikan Bung Hatta Hasan Basri Durin untuk meninjau dan mencicipi aneka makanan yang semuanya berasal dari ikan. "Wah ini bisnis perikanan yang sangat luar biasa yang dilakukan UBH", kata Bachtiar Chamsyah yang juga di amini Hasan Durin. Walau hanya beberapa menit, dia sangat terkesan. Dalam kesempatan itu, Bachtiar mengatakan, agar unit-unit ini juga bisa dikembangkan dilingkungan kampus sesuai dengan spesialisasi fakultanya. Peran Alumni Sementara itu, Wakil Dekan Fak.Perikanan Ir. Mas Eriza,MP mengatakan, peran alumni sebuah perguruan tinggi merupakan sebuah modal besar yang bisa digalang untuk mengembangkan lembaga pendidikan. Para alumni sangat berperan dalam upaya mengembangkan dan memajukan dunia pendidikan dengan berbagai bidang. Dengan potensi dari para alumni itu, universitas dapat berupaya menggalang semua kekuatan yang ada untuk kemajuan dan pengembangan universitas bersangkutan. Di lain tempat, wakil rektor II UBH Dr.Ir. Eni Kamal,M.Sc mengutarakan, untuk mendukung dan mengembangkan inkubator bisnis yang telah dimulai oleh Fakultas Perikananl, universitas bersama ikatan alumni akan memanggil para alumni untuk kembali ke kampus dalam sebuah pertemuan kekeluargaan seluruh angkatan atau tahun lulusan. Jumlah alumni UBH sampai kini lebih dari 30.000 orang tambahnya, ini merupakan potensi yang harus bisa digalang untuk mengembangkan berbagai bidang kehidupan mulai dari politik, sosial, budaya dan ekonomi. "Diharapkan dengan momentum pertemuan kekeluargaan ini tercipta jaringan kerjasama terutama pengembangan pendidikan yang kelak sekaligus membuka peluang membuka lapangan kerja dan pelatihan di berbagai bidang," kata Eni Kamal.