Cerah, Dunia Arsitektur Sumbar Berita Terbaru
Selasa, 21 Juni 2005
Universitas Bung Hatta

Cerah, Dunia Arsitektur Sumbar

Ir Junaidi MT salah seorang staf dosen Jurusan Arsitektur UBH mengatakan, dunia arsitektur memperlihatkan kondisi yang cerah dan menarik didalami. Faktor yang mendukungnya, tak lain masih terbatasnya jumlah tenaga arsitek di Indonesia, khususnya Sumbar. Ditambah lagi, dunia arsitektur sangat dibutuhkan masyarakat sepanjang waktu, terutama negara berkembanga. “Perkembangan dunia arsitektur, khususnya di Sumbar, memperlihatkan pencerahan. Terlebih lagi, bergairahnya kembali dunia proverti dan sektor pembangunan pisik lainnya belakangan ini. Mengakibatkan kebutuhan terhadap tenaga arsitektur meningkat. Sehingga waktu tunggu bagi tamatan arsitektur sebelum bekerja paling lama 6 bulan,” ujar Junaidi di sela-sela pembukaan acara Expo Jurusan Arsitektur UBH bertemakan “Metamorfosi” ini, Senin (20/6). Dikatakannya, kegiatan serupa merupakan acara rutin yang digelar Himpunan Mahasiswa (Hima) Arsitektur UBH. Tujuannya tak lain, ajang kreatifitas bagi mahasiswa arsitektur. Karena setiap mahasiswa arsitektur dituntut mampu berkreasi memunculkan karya otentiknya. Dan hasil karya tersebut mestilah dipublikasikan kehadapan publik. Diakuinya, jumlah mahasiswa arsitektur beberapa waktu belakangan ini, memperlihatkan grafik penurunan. Contoh konkritnya dapat dilihat dari UBH sendiri, saat ini jumlah mahasiswa jurusan arsitektur hanya 80 orang dan terbagi ke dapam dua lokal. Dibandingkan tahun lalu, jumlah mahasiswa lebih daripada itu dan ditampung dalam tiga lokal. “Menurunnya minat mahasiswa ini, merupakan imbas dari terjadinya persaingan antar universitas yang ada di berbagai daerah. Sehingga perlu dicarikan terobosan-terobosan guna meningkatkan minat atau pun keinginan calon mahasiswa menuntut ilmu di UBH. Sebenarnya kasus ini, dialami juga program-program lainnya di berbagai universitas,” jelas Pembina Hima Arsitektur ini. Langkah-langkah yang telah dilakukannya, yakni melakukan sosialisasi kepada masyarakat, terutama calon mahasiswa. Bahkan, UBH sendiri telah mengundang berbagai SMA di Sumbar guna menjelaskan keberadaan dunia arsitektur ini. Diikuti pula upaya peningkatan pelayanan dan kualitas dari tenaga dosen. Saat ini, tenaga dosen di Jurusan Arsitektur umumnya berpendidikan S2 dan 3 orang diantaranya berprediket Doktor. Kompisisi pengajaran 60 persen diantarannya teoritik, 30 persen labor, dan 10 persen tinjauan ke lapangan. Menkop Kunjungi Koperasi UBH Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Surya Dharma Ali diikuti beberapa orang jajarannya, kemaren meninjau secara langsung operasional koperasi di Universitas Bung Hatta (UBH). Maksud kedatangannya, tak lain melihat perkembangan dan pengembangan koperasi tersebut. Setelah melakukan peninjauan sekitar 10 menit, Surya yang memakai pakian batik warna putih langsung meninggalkan lokasi dengan tergesa-gesa, sekaitan dengan jadwal pemberangkatannya kembali ke Jakarta makin masif. Sejumlah wartawan yang mencoba melakukan wawancara dengan beliau, tidak diberi kesempatan. “Berhubung pesawat sudah “boarding pass”, saya mohon maaf kepada anda. Insya-Allah di lain waktu, kita bertemu lagi,” ujarnya sebelum memasuki mobil menuju Bandara Tabing. [b]Sumber : Rommi - padangekspres.com (r) [/b]