Fakultas
Dosen FPIK Universitas Bung Hatta dan Peneliti BRIN Lakukan Riset Kolaboratif Mitigasi Situs Maritim di Pesisir Selatan
Pusat Riset Arkeologi Lingkungan, Maritim, dan Budaya Berkelanjutan (ALMBB) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta (FPIK UBH) melaksanakan riset kolaboratif untuk mendukung upaya pengembangan, perlindungan, dan mitigasi situs arkeologi maritim di wilayah pesisir Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat berlangsung selama 10 hari, mulai 8 hingga 17 Juni 2026.
Penelitian ini merupakan bagian dari program “Model Mitigasi Risiko Bencana Berbasis Resiliensi Sosial-Ekologis untuk Pelestarian Situs Maritim di Kabupaten Pesisir Selatan” yang didanai melalui Rumah Program Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra BRIN Tahun 2026. Kajian tersebut mengintegrasikan aspek resiliensi sosial, resiliensi ekologis, mitigasi risiko bencana, dan penelitian situs maritim.
Tim peneliti BRIN dipimpin oleh Dr. Ira Dillenia, S.S., M.Hum., peneliti bidang arkeologi maritim. Tim ini didukung oleh sejumlah peneliti multidisiplin, yakni Gendro Keling, S.S., M.A. (Arkeologi Maritim), Dr. Ing. Semeidi Husrin, S.T., M.Sc. (Kebencanaan Geologi Kelautan), Dr. Dian Oktaviani, S.Si., M.Si. (Ekologi Laut), Bobby Bagja Pratama, S.Kel., M.Si. (Pemodelan Ekosistem Pesisir dan GIS), serta Dr. Ofri Johan, S.Pi., M.Si. (Terumbu Karang).
Kolaborasi ini juga melibatkan Dr. Harfiandri Damanhuri, S.Pi., M.Sc., dosen Program Studi Sumberdaya Perairan, Pesisir, dan Kelautan (SP2K) Pascasarjana FPIK Universitas Bung Hatta. Kegiatan lapangan didukung oleh Samsuardi, S.Pi., sebagai Dive Master yang membantu proses pengumpulan data di dua lokasi utama penelitian, yaitu Situs Arkeologi Benteng di Pulau Cingkuak dan Situs Arkeologi Bawah Laut Kapal MV Boelongan Nederland di kawasan Teluk Mandeh.
Dr. Harfiandri Damanhuri, S.Pi., M.Sc menyampaikan okus penelitian diarahkan pada identifikasi kondisi situs-situs maritim pascabencana hidrometeorologi serta sejumlah gempa kecil yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir, termasuk banjir besar yang melanda wilayah tersebut pada November 2025
“Riset ini bertujuan menghasilkan data ilmiah mengenai kondisi terkini situs-situs maritim yang memiliki nilai sejarah tinggi. Selain itu, penelitian diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi model mitigasi risiko bencana dan strategi perlindungan terhadap situs budaya yang telah berusia lebih dari 50 tahun dan memiliki keunikan serta nilai penting bagi sejarah maritim Indonesia,” ungkapnya.
Dia mengatakan hasil penelitian nantinya akan dipublikasikan secara ilmiah dan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pelestarian situs maritim oleh berbagai pemangku kepentingan. Temuan riset juga diharapkan dapat dimanfaatkan oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatera Barat, serta Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga serta sektor pariwisata.
“Bagi Universitas Bung Hatta, kemitraan riset dengan BRIN memberikan manfaat strategis dalam mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, khususnya IKU 5 terkait kerja sama dan hilirisasi hasil riset serta IKU 7 mengenai kontribusi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) mencakup SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas), SDGs 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDGs 14 (Ekosistem Laut), dan SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan),” ungkapnya.