Fakultas
Dosen Sastra Jepang Universitas Bung Hatta Jadi Instruktur pada Launching Komunitas Kampuang Japang Sumatera Barat
Dosen Program Studi Sastra Jepang Universitas Bung Hatta, Tien Immerry, S.S., M.Hum. dan Eduardus Agusli, S.S, M.Si, dipercaya menjadi instruktur pembelajaran bahasa Jepang pada kegiatan launching Komunitas Kampuang Japang Sumatera Barat yang diselenggarakan pada Sabtu (25/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi langkah awal penguatan jejaring pembelajaran bahasa dan budaya Jepang di Sumatera Barat melalui kolaborasi dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan.
Menurut Tien Immerry, S.S., M.Hum., Komunitas Kampuang Japang Sumatera Barat merupakan inisiatif yang digagas oleh alumni Program Studi Sastra Jepang Universitas Bung Hatta bersama praktisi pendidikan, salah satunya Melya Kiki Wiryaningsih, S.Hum, guru SMA Negeri 7 Padang. Kehadiran komunitas ini diharapkan menjadi wadah bagi masyarakat, pelajar, mahasiswa, dan pecinta budaya Jepang untuk belajar secara berkelanjutan melalui berbagai kegiatan edukatif.
"Pada peluncuran komunitas tersebut, kami memberikan pengenalan dasar bahasa Jepang sekaligus berbagi motivasi kepada peserta mengenai pentingnya penguasaan bahasa asing sebagai bekal menghadapi peluang pendidikan dan dunia kerja internasional" ungkapnya.
Keduanya juga memperkenalkan juga Aplikasi Likari sebagai media yang dapat dimanfaatkan peserta untuk berlatih dan meningkatkan kemampuan berbahasa Jepang secara mandiri.
Selain mendukung kegiatan komunitas, kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkenalkan Program Studi Sastra Jepang Universitas Bung Hatta kepada masyarakat. Promosi dilakukan secara kolaboratif oleh dosen, mahasiswa, dan alumni Program Studi Sastra Jepang yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Turut berpartisipasi dalam kegiatan ini Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi Sastra Jepang Universitas Bung Hatta dan Alumni astra Jepang Universitas Bung Hatta.
Komunitas Kampuang Japang Sumatera Barat dijadwalkan mengadakan kegiatan belajar secara rutin satu kali setiap bulan. Melalui pertemuan berkala tersebut, peserta akan memperoleh kesempatan untuk berlatih percakapan, memperdalam pemahaman budaya Jepang, serta memperluas jaringan dengan sesama pembelajar.
Keterlibatan dosen Universitas Bung Hatta sebagai instruktur pada peluncuran komunitas ini menjadi bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan bahasa dan budaya internasional.
Inisiatif ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi peningkatan akses pendidikan.