Dosen Sekarang Malas Penelitian Berita Terbaru
Minggu, 06 Februari 2005
Universitas Bung Hatta

Dosen Sekarang Malas Penelitian

Dosen-dosen sekarang terutama yang mengajar bahasa, terkesan pemalas melakukan penelitian, sehigga pengajaran mengenai bahasa yang dilakukan kepada mahasiswa cenderung tidak berkembang. Padahal, bahasa selalu berkembang sesuai dengan perkembangan. Penilaian tersebut disampaikan Ketua Masyarakat Linguistik Indonesia (MLI), Hj Yusrita Yanti, saat menyampaikan sambutan dalam pembukaan Pelatihan Metodologi Penelitian Bahasa, yang dilaksanakan MLI Cabang Universitas Bung Hatta bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Bung Hatta, di Hotel Inna Muara Padang, Jumat (10/9). Penilaian itu muncul dari hasil evaluasi diri yang dilakukan setiap program studi. “Dari hasil evaluasi itu diperoleh kenyataan bahwa para dosen dan pengajar itu umumnya malas melakukan penelitian. Karena itulah, MLI kini memberikan pelatihan tentang metodologi penelitian, sehingga para pengajar tersebut tidak kesulitan lagi melakukan penelitian,” ujar Yusrita yang di sela-sela pelatihan. Menurut Yusrita, secara umum para pengajar umumnya menganggap melakukan penelitian itu sulit. Walau pun ada yang telah melakukan penelitian bermutu, namun jumlahnya masih sangat minim. MLI sendiri, kata Yusrita, merupakan organisasi profesi kebahasaan di Indonesia yang terbentuk 15 November 1975 lalu. Organisasi yang berisi pengajar linguistik dari berbagai perguruan tinggi, guru, mahasiswa, peneliti dan pembina bahasa ini, bertujuan menampung minat dan bakat anggota dalam wadah kegiatan kebahasaan, yang menjadi sarana dalam mengembangkan wawasan dan ilmu pengetahuan linguistik, meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam menggeluti profesi sebagai ilmuwan bahasa atau pengajar bahasa. “Pelatihan bahasa ini sendiri bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pengajar/dosen maupun pemerhati bahasa dalam memahami dan menerapkan metodologi penelitian bahasa yang lebih tepat. Kita berharap pelatihan ini bisa menjadi pemicu untuk meningkatkan minat meneliti aspek-aspek bahasa, sehingga hasil penelitian akan lebih bermutu dan dapat disumbangkan untuk pembangunan bangsa,” kata Yusrita, yang sehari-harinya bertugas sebagai Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Bung Hatta. Sementara itu, Pembantu Rektor I Universitas Bung Hatta, Nasfryzal Carlo, yang membuka pelatihan tersebut mengatakan, pelatihan akan meningkatkan kepercayaan diri dosen dalam proses belajar mengajar di kelas. Apalagi menurutnya, salah satu tri dharma perguruan tinggi adalah penelitian, yang didefinisikan sebagai usaha untuk menemukan, mengembangkan, menguji kebenaran suatu pengetahuan dengan menggunakan metode-metode ilmiah. “Karena itu sering dikatakan, universitas yang para dosennya tidak menghasilkan penelitian, berarti ilmu pengetahuan di universitas tersebut tidak berkembang,” katanya. Menurut Yetti Morelent, ketua panitia pelaksana, pelatihan itu diikuti oleh 20 peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Sumatra, seperti UNRI, UNP, UBH, IAIN Imam Bonjol, STBA dan lainnya, yang berasal dari berbagai provinsi seperti Palembang, Riau dan Jambi. Tema pelatihan yang dilaksanakan selama 2 hari (10 dan 11 September) adalah “Kiat Melakukan Penelitian yang Lebih Unggul pada Bahasa”. Sedangkan pembicara dalam pelatihan itu, terdiri dari Prof Multamia RMT Lauder dari Universitas Indonesia yang memberikan pelatihan “Prinsip-prinsip dasar metode penelitian bahasa”, Adzanil Prima Septy dari UBH dengan materi “Penelitian kelas untuk pengajaran bahasa bagi guru dalam menghadapi penerapan KBK” dan Prof Soenjono Dardjowidjojo dari Universitas Unika Atma Jaya Jakarta, yang memeberikan materi “Mengarah ke penelitian eksplanatori”. (Nanang)