Lewati ke konten utama
Dosen Universitas Bung Hatta Kembangkan Biofilter Mangrove Berbasis IMTA untuk Dukung Ketahanan Pangan dan Ekonomi Biru Fakultas
Selasa, 03 November 2026
Ubay

Bagikan:

Dosen Universitas Bung Hatta Kembangkan Biofilter Mangrove Berbasis IMTA untuk Dukung Ketahanan Pangan dan Ekonomi Biru

Mangrove tidak hanya berperan sebagai pelindung kawasan pesisir dari abrasi dan perubahan lingkungan, tetapi juga berpotensi dimanfaatkan sebagai teknologi biofilter alami dalam kegiatan budidaya perikanan.

Potensi tersebut dikembangkan melalui penelitian dosen Prodi Sumberdaya Perairan, Pesisir dan Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta berjudul “Penggunaan Mangrove sebagai Biofilter Berbasis Integrated Multi-Trophic Aquaculture (IMTA) untuk Mendukung Blue Economy dan Ketahanan Pangan Wilayah Pesisir.”

Penelitian ini diketuai oleh Dr. Ir. Eni Kamal, M.Sc., dan didanai melalui Pendanaan Internal Universitas Bung Hatta Skema Percepatan Guru Besar Tahun 2026. Riset tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas penelitian dosen sekaligus pengembangan inovasi teknologi perikanan yang memanfaatkan potensi sumber daya alam pesisir secara berkelanjutan.

Dr. Ir. Eni Kamal, M.Sc. menyampaikan penelitian ini dilakukan melalui eksperimen sistem budidaya resirkulasi atau Recirculating Aquaculture System (RAS) dengan memanfaatkan beberapa jenis mangrove sebagai biofilter alami dalam pemeliharaan ikan nila salin.

"Selama 60 hari pemeliharaan, tim peneliti melakukan pengamatan terhadap sejumlah parameter kualitas air, meliputi kandungan bahan organik, nutrien, dan senyawa kimia perairan, serta pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup ikan," imbuhnya.

Hasil penelitian menunjukkan penggunaan mangrove sebagai biofilter memberikan pengaruh terhadap dinamika kualitas air dan performa budidaya ikan nila salin.

"Temuan ini memperlihatkan potensi mangrove sebagai komponen pendukung sistem budidaya perikanan yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Integrasi fungsi ekologis mangrove dengan teknologi budidaya juga menawarkan pendekatan inovatif dalam pengelolaan kualitas air sekaligus mendukung keberlanjutan produksi perikanan," sebutnya.

Dr. Ir. Eni Kamal, M.Sc., menjelaskanpenelitian ini berangkat dari pentingnya mengembangkan teknologi budidaya perikanan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga memperhatikan keseimbangan lingkungan. Pemanfaatan mangrove sebagai biofilter menjadi salah satu alternatif untuk mengintegrasikan potensi ekosistem pesisir dengan kebutuhan pengembangan sektor perikanan.

“Melalui penelitian ini, kami ingin mengembangkan pendekatan budidaya perikanan yang mampu mengintegrasikan fungsi ekologis mangrove dengan kegiatan produksi. Mangrove memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai biofilter alami dalam mendukung pengelolaan kualitas air. Dengan pengembangan lebih lanjut, inovasi ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif teknologi budidaya yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, hasil penelitian ini berpotensi dikembangkan melalui pengujian pada skala semi-lapangan sebelum diterapkan secara lebih luas oleh masyarakat dan pelaku usaha perikanan pesisir. Pengembangan tersebut diharapkan dapat memberikan alternatif teknologi budidaya yang adaptif, meningkatkan efisiensi pengelolaan air, serta mendukung produktivitas perikanan sebagai salah satu sumber pangan dan penghidupan masyarakat pesisir.

Penelitian ini juga memiliki keterkaitan erat dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim/Climate Action), SDG 14 (Ekosistem Lautan/Life Below Water), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui pengembangan sistem budidaya yang memperhatikan fungsi ekologis mangrove dan ketahanan kawasan pesisir untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.