Universitas
Dosen Universitas Bung Hatta Tampil pada Civil Engineering International Symposium 2026
Dosen Universitas Bung Hatta tampil sebagai pemakalah dalam Civil Engineering International Symposium (CEIS) 2026 yang mengangkat tema “Civil Engineering for a Net-Zero Future: Sustainability, Technology, and Adaptation” di Universitas Negeri Padang (UNP), 15 September 2026.
Kegiatan ini menjadi forum akademik internasional untuk mempertemukan peneliti dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi dalam membahas inovasi, keberlanjutan, teknologi, serta adaptasi di bidang teknik sipil dan bidang terkait.
Simposium tersebut merupakan hasil kolaborasi Universiti Teknologi Malaysia (UTM), Universitas Negeri Padang, dan Universitas Bung Hatta. Kegiatan diikuti oleh akademisi dari 9 perguruan tinggi dari Indonesia, Malaysia, Inggris, Tiongkok, Nigeria, Irak, dan Pakistan.
Perguruan tinggi yang berpartisipasi meliputi Universiti Teknologi Malaysia (UTM), Universitas Negeri Padang, Universitas Bung Hatta, Universiti Pertahanan Nasional Malaysia, Ulster University, Inggris, Kunming University of Science and Technology, Tiongkok, Abdullahi Fodio University of Science and Technology Kebbi, Nigeria, University of Kufa, Irak, Quaid-e-Awam University of Engineering, Science and Technology Nawabshah, Sindh, Pakistan, serta Kohat University of Science and Technology, Pakistan.
Dari Universitas Bung Hatta, sebanyak 7 tim dosen mempresentasikan hasil penelitian dengan tema yang beragam dan berkaitan dengan isu ketahanan bencana, infrastruktur, lingkungan perkotaan, pariwisata berkelanjutan, hingga pengelolaan warisan budaya.
Dr. Rini Mulyani, S.T., M.Sc. (Eng.), dan tim mempresentasikan penelitian berjudul “Building Coastal Resilience: Tsunami Hazard Assessment for a Sustainable and Adaptive Padang City”. Penelitian lainnya dipresentasikan oleh Dr. Dwifitra Yenti Jumas, S.T., MSCE, dan tim melalui makalah “Data-Driven Decision Model for Post-Disaster Irrigation Infrastructure Restoration”. Penelitian ini mengangkat pemanfaatan pendekatan berbasis data dalam mendukung pengambilan keputusan untuk pemulihan infrastruktur irigasi pascabencana.
Sementara itu, Prof. Dr. Elfiondri, S.S., M.Hum., dan tim mempresentasikan kajian berjudul “Cultural Heritage Interpretation Approach for Sustainable Management of World Heritage-Based Tourism: Integrating Analog and Digital Interpretation to Enhance Visitors’ Understanding of OCMHS Industrial Heritage in Indonesia”. Kajian tersebut mempertemukan perspektif interpretasi warisan budaya dengan pemanfaatan pendekatan analog dan digital dalam mendukung pemahaman pengunjung terhadap warisan industri OCMHS di Indonesia.
Dosen Universitas Bung Hatta lainnya, Dr. Ir. Eva Rita, M.Eng., dan tim mempresentasikan penelitian “The Effect of Road Right-of-Way Utilization on Road Performance at Maransi Street, Padang City”. Penelitian tersebut membahas keterkaitan pemanfaatan ruang milik jalan dengan kinerja jalan di Jalan Maransi, Kota Padang.
Pada bidang pariwisata, Dr. Reni Yuliviona, S.E., M.M., dan tim mempresentasikan penelitian berjudul “Assessing Marketing Strategies for Post-Disaster Tourism Recovery in Geopark Destinations: A System Thinking and System Dynamics Approach”. Kajian tersebut membahas strategi pemasaran untuk mendukung pemulihan pariwisata pascabencana di destinasi geopark melalui pendekatan system thinking dan system dynamics.
Selanjutnya, Dr. Putranesia Thaha mempresentasikan makalah berjudul “Critical Criteria in the Resilience of Reconstruction Material Supply Chain Management Patterns to Create a Decision-Making Support System”. Kajian ini berfokus pada kriteria kritis dalam membangun ketahanan pola manajemen rantai pasok material rekonstruksi sebagai bagian dari pengembangan sistem pendukung pengambilan keputusan.
Sementara itu, Dr. Eng. Yulcherlina, M.T., dan tim mengangkat isu hunian sementara melalui penelitian berjudul “Critical Habitability Factors of Temporary Shelter Buildings for Hydrometeorological Disaster Response in Padang City, Indonesia”. Penelitian tersebut membahas faktor-faktor kritis kelayakhunian bangunan hunian sementara untuk mendukung respons terhadap bencana hidrometeorologi di Kota Padang.
Kolaborasi penyelenggaraan Civil Engineering International Symposium juga menjadi ruang untuk memperkuat pertukaran pengetahuan dan peluang kerja sama riset antara perguruan tinggi nasional dan internasional. Forum tersebut dapat mendukung pengembangan penelitian kolaboratif serta memperluas diseminasi pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan pembangunan masa depan.