Fakultas
Dosen Universitas Bung Hatta Teliti Potensi Sport Tourism Air Terjun Pincuran Tujuah di Padang
Air Terjun Pincuran Tujuah yang berada di kawasan Air Dingin, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata olahraga alam (sport tourism). Potensi tersebut terungkap melalui penelitian yang dilakukan oleh tim dosen Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bung Hatta.
Penelitian berjudul “Analisis Kelayakan dan Manajemen Risiko Air Terjun Pincuran Tujuah sebagai Destinasi Sport Tourism di Kota Padang” ini diketuai oleh Apriyanti Rahmalia, S.Si., M.Pd., dengan anggota Dr. Hari Adi Rahmad, S.Pd., M.Pd. dan Dr. Willy Satria, M.Pd. Penelitian ini juga melibatkan mahasiswa Alhafis Batu Bara dan Rina. Kegiatan tersebut didanai melalui Dana Internal Universitas Bung Hatta Tahun 2026.
Ketua Tim Peneliti, Apriyanti Rahmalia, S.Si., M.Pd., menjelaskan bahwa Air Terjun Pincuran Tujuah memiliki karakteristik alam yang mendukung pengembangan berbagai aktivitas wisata olahraga. Keberadaan jalur alami, medan berbukit, aliran sungai, serta air terjun bertingkat menjadi daya tarik yang dapat dikembangkan sebagai pengalaman wisata berbasis aktivitas fisik dan petualangan alam.
“Air Terjun Pincuran Tujuah memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan sebagai destinasi sport tourism. Namun, pengembangannya tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam dan daya tarik wisata. Aspek kelayakan aktivitas, kesiapan fasilitas, pengelolaan kawasan, serta manajemen risiko keselamatan pengunjung harus menjadi perhatian utama agar destinasi ini dapat berkembang secara aman dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaannya, penelitian menggunakan pendekatan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan penyebaran angket kepada sejumlah responden.
"Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas trekking, camping, edukasi olahraga berbasis alam, dan fotografi petualangan termasuk kategori sangat layak untuk dikembangkan. Sementara itu, hiking, trail running, river tracking, outbound, serta sejumlah aktivitas rekreasi lainnya juga memiliki tingkat kelayakan yang baik," ujarnya.
Dari aspek penilaian kelayakan destinasi, daya tarik memperoleh nilai tertinggi sebesar 89,37%, disusul potensi aktivitas sport tourism sebesar 88,38%. Sementara itu, aspek pengelolaan memperoleh nilai 82,70%, amenitas 80,45%, dan aksesibilitas 78,20%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa daya tarik alam dan variasi aktivitas menjadi keunggulan utama Air Terjun Pincuran Tujuah, meskipun beberapa aspek pendukung masih perlu ditingkatkan.
Selain mengidentifikasi potensi wisata, penelitian ini juga menganalisis risiko keselamatan yang mungkin dihadapi pengunjung. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa arus air deras menjadi risiko dengan skor tertinggi, yaitu 15. Selanjutnya, jalur licin dan risiko jatuh masing-masing memperoleh skor 12. Sementara itu, aspek kesiapsiagaan darurat memperoleh nilai 76,76% dan masih memerlukan perhatian dalam upaya meningkatkan keamanan kawasan wisata.
Berdasarkan hasil wawancara, sistem manajemen risiko dan pengawasan keselamatan pengunjung di kawasan tersebut masih belum terstruktur secara optimal. Oleh karena itu, tim peneliti merekomendasikan penyusunan standar operasional prosedur (SOP) keselamatan, pemasangan rambu-rambu peringatan pada titik rawan, penataan jalur evakuasi, penyediaan perlengkapan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), serta peningkatan kompetensi petugas dan pemandu wisata.
Apriyanti menambahkan hasil penelitian ini diharapkan tidak hanya menjadi dasar pengembangan destinasi wisata olahraga, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar melalui peningkatan aktivitas ekonomi dan pengembangan potensi wisata berbasis sumber daya alam.
“Pengembangan sport tourism perlu melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, pengelola wisata, masyarakat, hingga komunitas olahraga. Dengan perencanaan yang tepat dan penerapan standar keselamatan, Air Terjun Pincuran Tujuah berpeluang menjadi destinasi wisata olahraga alam yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus tetap menjaga kelestarian lingkungan,” tambahnya.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa Air Terjun Pincuran Tujuah memiliki potensi kuat untuk dikembangkan sebagai destinasi sport tourism di Kota Padang. Pengembangannya perlu dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kesesuaian aktivitas wisata, kondisi lingkungan, ketersediaan fasilitas, serta kesiapan sistem pengelolaan dan keselamatan pengunjung.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah, pengelola wisata, masyarakat, dan komunitas olahraga dalam merumuskan strategi pengembangan destinasi wisata olahraga alam yang aman, produktif, dan berkelanjutan.
Upaya tersebut juga sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dan SDG 15 (Ekosistem Daratan) dengan pengembangan ekonomi wisata masyarakat melalui pengelolaan destinasi wisata yang aman dan inklusif.