Fakultas Perikanan dan Kelautan UBH Gelar Lokakarya Kurikulum Berita Terbaru
Rabu, 01 Juli 2009
Universitas Bung Hatta

Fakultas Perikanan dan Kelautan UBH Gelar Lokakarya Kurikulum

Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta Padang menggelar lokakarya dan workshop peningkatan daya saing lulusan melalui revisi kurikulum dan pemantapan kompetensi. Wakil Dekan FPIK UBH Mas Eriza mengatakan, daya saing lulusan harus selalu ditingkatkan, dimana selama ini lulusan Jurusan Budidaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta harus mengalami masa tunggu kerja sekitar 7 bulan. "Maka sewajarnya kurikulum harus mengalami perubahan ke arah perbaikan yang pada saat ini kurikulum BDP masih memakai kurikulum tahun 2004/2005, dan menurut aturan ini sudah layak untuk diperbaiki karena sudah empat tahun dipakai, dan dengan adanya workshop ini, diharapkan akan mampu menciptakan daya saing yang benar-benar mampu menghadapi dunia kerja, tetapi lebih baik lagi jika lulusan itu mampu menciptakan lapangan kerja sendiri," kata Mas Eriza. Kegiatan yang berlangsung di ruang sidang FPIK ini, diharapkan mampu membawa Jurusan BDP dalam peningkatan daya kompetensi lulusan, dimana selaku pemateri adalah, Kepala DKP Sumbar yang diwakili oleh Afridawati selaku staf perikanan dan budidaya dengan materi kebijakan Pembangunan Perikanan Budidaya Nasional dan Sumbar, Prof. Dr. Ir Hafrijal Syandri, MS dengan topik Pemantapan Kompetensi dan Arah Kurikulum Jurusan BDP FPIK, serta Ir. Nursal Idris dengan topik Prospek Pengembangan Bisnis dan SDM Perikanan Budi Daya. "Revisi kurikulum ini sangatlah penting, yang pertama adalah perbaikan yang akan membahas kekurangan kurikulum, untuk peningkatan daya saing lulusan, yang kedua perlunya sarana dan prasarana yang memadai dalam Proses Belajar Mengajar dan yang ketiga adalah pelayanan kepada Mahasiswa selaku peserta didik yang mana hal ini merupakan faktor penting dalam mencapai target maksimal dalam menciptakan komptensi daya saing lulusan," kata Rektor UBH Prof. Dr. Ir. Hafrijal Syandri MS, dalam sambutannya pada pembukaan Lokakarya dan Workshop BDP FPIK ini. Data DKP Sumatera Barat tahun 2008, jumlah petani ikan mencapai 81.710 orang dengan tingkat pendapatan Rp. 1.000.000 perbulannya, hal ini menandakan ketidakberdayaan petani ikan dalam memanfaatkan SDA yang sangat potensial ini. Ketidakberdayaan nelayan ini disebabkan kegagalan pasar pada produk perikanan yang dicirikan pasar dan harga yang tidak pasti, tambah Ir. Nursal Idris pada pemaparan materinya. (*)sumber : padangkini.com