Berita Terbaru
Jumat, 28 Juli 2006
Universitas Bung Hatta
FIB UBH, Gelar Penulisan Skenario dan Pembuatan Film.
Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Bung Hatta, selama satu pekan akan mengadakan pelatihan penulisan scenario dan pembuatan film kepada 40 orang peserta secara Cuma-Cuma di aula gedung B kampus I Ulak Karang Padang.
Panitia pelaksana pelatihan Drs. Endut Ahadiat, M. Hum kepada Koran ini mengatakan, pelatihan penulisan scenario dan pembuatan film ini dilaksanakan mulai 31 Juli s/d 6 Agustus dengan menghadirkan sejumlah pakar perfilman (nara sumber) seperti Defri Dahlen, Iwan Maurits (dari rumah gambar Jakarta) M. Yusuf, Bahren, dan Eros (dari Flas Unand Padang).
Dalam pelaksanaan pelatihan penulisan scenario dan pembuatan film tersebut peserta tidak dipungut biaya apa-apa, alias gratis. Tapi bagi peserta yang berasal dari luar kota Padang biaya pemondokan di tanggung sendiri.
Pelatihan yang bertajuk aMelalui Film Kita Berkreativitasa ini, dalam pelaksanaannya peserta akan dikelompokkan menjadi beberapa bagian, seperti kelompok pengambilan gambar, kelompok penulisan naskah skenario, editing dan kelompok Manajemen. Pengelompokan peserta ini sesuai dengan bakat peserta.
Dijelaskan Endut, pelatihan ini baru dalam rangka menabur benih dan memberi pengetahuan kepada para peserta, karena bagaimanapun Sumbar pernah melahirkan orang-orang film yang mumpuni, seperti Taufik Ismail, Umar Ismail dan sejumlah nama besar lainnya.
Selain mengikuti pelatihan dari sejumlah nara sumber, para peserta yang jumlahnya dibatasi 40 orang itu juga akan diajak ke lapangan untuk mengambil gambar, baik pada siang hari maupun malam hari dan dari kunjungan lapangan tersebut para peserta akan bisa melaksanakan penulisan scenario sebuah film.
aMemang saat ini baru permulaan, dan ibaratnya kita baru menabur benih kepada peserta, tapi dikemudian hari kita berharap dari pelatihan penulisan scenario dan pembuatan film ini akan lahir tenaga tenaga perfilman muda yang potensial dari Sumbar, khususnya kota Padang, sehingga berbagai cerita rakyat yang ada di Sumbar pun bisa difilmkan,a jelas Endut Ahadiat berharap. ***