FPIK Universitas Bung Hatta Gagas Kolaborasi Strategis dengan UiTM Malaysia dan BRIN Fakultas
Senin, 06 Juli 2026
Ubay

FPIK Universitas Bung Hatta Gagas Kolaborasi Strategis dengan UiTM Malaysia dan BRIN

Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta menggagas kolaborasi strategis bersama Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai upaya memperkuat kerja sama internasional di bidang riset kelautan, konservasi pesisir, dan pembangunan berkelanjutan. Pertemuan berlangsung di Ruang Sidang II Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta, Kampus Ulak Karang, Padang, pada Sabtu (27/6/2026).

Delegasi Universitas Bung Hatta diwakili oleh Dr. Harfiandri Damanhuri, S.Pi., M.Sc. dan Prof. Junaidi, M.S. Sementara itu, UiTM Malaysia diwakili oleh Dr. Nurul Asyikin Ibrahim, sedangkan BRIN diwakili oleh Yulius, S.Si., M.Si. (Cand.Dr.) sebagai juru bicara bersama tim yang dipimpin Dr. Aprizon Putra, S.Pd., M.Si. serta sejumlah peneliti senior lainnya, yaitu Gino Gunawan Priyambodo, S.T., M.S., Dr. Muhammad Ramdhan, M.T., Drs. Ari Wahyono, M.Si., Prof. Dr. Taslim Arifin, M.Si., dan Dr. Devi Dwiyanti Suryono, M.Si. Dua peneliti BRIN lainnya berhalangan hadir dalam pertemuan tersebut.

Dalam forum tersebut, ketiga institusi menyepakati empat agenda utama sebagai dasar pengembangan kemitraan. Pertama, penyusunan draf nota kesepahaman (MoU) antara Universitas Bung Hatta, UiTM Malaysia, dan BRIN. Kedua, penyusunan agenda seminar internasional dengan melibatkan para pakar dari masing-masing institusi sebagai keynote speaker. Ketiga, penguatan kolaborasi publikasi ilmiah internasional. Keempat, pelaksanaan program visiting researcher atau peneliti tamu yang direncanakan berlangsung dalam tiga tahun ke depan.

Prof. Junaidi menjelaskan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat jejaring penelitian internasional sekaligus meningkatkan kualitas riset di bidang sumber daya pesisir dan kelautan.

"Melalui kolaborasi ini, setiap institusi dapat saling berbagi kepakaran, memperkuat kapasitas penelitian, menghasilkan publikasi ilmiah bersama, serta memberikan rekomendasi berbasis riset yang dapat mendukung pengambilan kebijakan dalam pengelolaan sumber daya kelautan secara berkelanjutan," ujarnya.

Kerja sama tersebut juga diarahkan untuk mendukung pengembangan Large Scale Marine Protected Area (LS-MPA) Sumatra, yang telah diinisiasi melalui kolaborasi antara Konservasi Indonesia dan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta. Program ini bertujuan memperkuat perlindungan ekosistem laut, menjaga keanekaragaman hayati, serta meningkatkan tata kelola kawasan konservasi perairan yang berkelanjutan.

Selain berfokus pada konservasi, kemitraan ini juga diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir dan nelayan melalui pemanfaatan hasil penelitian, inovasi teknologi, serta rekomendasi kebijakan yang berbasis bukti ilmiah.

Dr. Harfiandri Damanhuri menambahkan bahwa tantangan pengelolaan kelautan saat ini tidak dapat diselesaikan oleh satu lembaga saja, melainkan memerlukan kolaborasi lintas negara dan lintas institusi.

"Sinergi antara perguruan tinggi, lembaga riset, dan mitra internasional menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan, seperti perubahan iklim, pencemaran laut, degradasi ekosistem pesisir, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat nelayan. Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat menghasilkan riset yang berdampak dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan kelautan berkelanjutan," katanya.

Kolaborasi antara Universitas Bung Hatta, UiTM Malaysia, dan BRIN juga sejalan dengan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 13 (Penanganan Perubahan Iklim), Tujuan 14 (Ekosistem Laut), Tujuan 15 (Ekosistem Daratan), dan Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Melalui penguatan kolaborasi internasional, Universitas Bung Hatta terus menunjukkan komitmennya dalam menghasilkan riset yang inovatif, memperluas jejaring akademik global, serta memberikan kontribusi nyata bagi pelestarian sumber daya kelautan dan pembangunan berkelanjutan.