Berita Terbaru
Minggu, 08 Oktober 2006
Universitas Bung Hatta
FSI-Nurjannah Gelar Responsi Agama Islam (RAI) Untuk Mahasiswa Baru
Lingkungan kampus sangat efektif dalam membentuk karakteristik mahasiswa, dan kenyataannya sampai hari ini mahasiswa tengah dihadapkan oleh seragkaian problematika krusial ummat yang cukup pelik. Berbagai ancaman dan bahaya akan mengadang eksistensi mereka, baik itu dari segi pemikiran maupun idealisme kebaikan yang sebenarnya sudah tertanam sebagai fitrah. Ancaman itu berupa beragam isme, banyaknya seruan-seruan yang membingungkan, berwarna-warninya gejolak dan gaya hidup serta menjamurnya manusia-manusia yang tidak memiliki orientasi kebaikan dalam hidup. Paling tidak sedikit banyaknya telah mempengaruhi mereka. Budaya hedonistik, hura-hura menjadi pilihan utama dalam meluapkan keinginan-keinginan, pertikaian antar mahasiswa dengan alasan solidaritas atau entah apalah namanya menjadi sebuah tradisi, budaya gaul yang melampaui batas sudah menjadi trend dikalangan mahasiswa, seolah-olah terombang-ambing dengan dinamisme zaman yang dikembangkan oleh orang-orang barat.
aPencarian jati diri, kurangnya perhatian dan pengertian dari kalangan pendidik serta lingkungan yang tidak kondusif a memiliki andil besar dalam mempengaruhi tingkah dan pola kehidupan mereka. aKultur yang sudah terbentuk, kesalahan sistem, pengaruh media yang kuata sering menjadi alasan untuk menutupi ketidakmampuan dalam mengelola sumber daya manusia yang ada. Padahal seharusnya itu semua tidak menjadikan kita harus kehilangan akal, surut mundur kebelakang dan saling menyalahkan. Sebuah introspeksi bagi para pendidik, dosen, kalangan struktural akademis dan segenap lapisan masyarakat kampus. Semua itu harus dilakukan guna melahirkan sebuah kesamaan visi dalam mewujudkan kampus madani yang memiliki kapasitas intelektual, moral dan spiritual.
Bertempat di Mesjid Nurjannah Univ.Bung Hatta, Minggu, 8 Oktober 2006,Badan Kegiatan Mahasiswa Forum studi Islam Nurjannah, melakasanakan salah satu upaya dalam memperbaiki kondisi mahasiswa yang kini sudah mencapai tahap memprihatinkan adalah mengarahkan dan membentuk kepribadian islam dengan cara mengadakan kegiatan Responsi Agama Islam (RAI), yang mana kegiatan ini hadir sebagai wujud kepedulian sekaligus menjadi solusi segar ditengah keringnya fenomena-fenomena diatas. ( sumber : materi responsi islam- www.bung-hatta.info/kemahasiswaan/bahanperkuliahan )