Berita Terbaru
Senin, 11 April 2005
Universitas Bung Hatta
Gempa 6,8 SR Guncang Sumbar, Kampus Sepi
Gempa dengan guncangan 6,8 SR kembali guncang Sumatera Barat, menurut informasi dari BMG Padang Panjang dan dari berbagai laporan surat kabar daerah, sumber gempa berpusat di Selat Mentawai. Gempa pertama terjadi pada pukul 17.29 WIB, kemudian gempa susulan terjadi lagi pukul 18.14 WIB dengan kekuatan 5,8 SR. Berdasarkan laporan yang dikutip pada beberapa harian daerah ( Haluan, Singgalang, Padang Ekspress) sampai pada pukul 01.00 WIB dini hari tercatat dan dirasakan mencapai 200 lebih gempa susulan.
Akibat peristiwa tersebut, masyarakat panik dan brehamburan keluar rumah dan gedung-gedung, sampai tadi subuh masih benyak disaksikan masyarakat tertidur dan kelelahan di halaman rumah atau dilapangan terbuka. Apalgai beredar informasi serta himbauan dari BMG yang sering diputar berulang-ulang melalui running texs di MetroTV agar masyarakat yang berada di seputar pantai agar waspada. Dan yang membuat warga tambah panik adalah karena saluran telepon baik kabel maupun HP sempat terganggu walupun sinyal ada, bahkan sampai tadi subuh kominikasi via HP pun masih sangat sulit.
Sementara dari Kampus, petugas Satpam yang piket melaporkan via telepon saat gempa terjadi pukul 17.29 WIB, petugas yang sedang patroli di Pusgawa ( Pusat Kegiatan Mahasiswa) yang persis di pinggir pantai langsung memantau keadaan air laut, namaun setelah beberapa menit bahkan tetap memantau sampai terjadi lagi gempa susulan tidak melihat ada tanda-tanda akan terjadi tsunami.
Para Satpam kita memang telah dibekali dengan ciri-ciri akan terjadi tsunami bila terjadi gempa, diantaranya yang paling mudah diketahui adalah dengan surutnya air laut secara tiba-tiba dan tidak normal, beberapa menit sebelum tsunami datang berbau aroma garam yang terbawa oleh angin dan terdengar suar gemuruh dari laut.
Hari ini dilaporkan, kampus kita sangat sepi, boleh dikatakan tidak ada aktivitas perkuliahan, hanya beberapa karyawan dan dosen yang datang, para mahasiswapun hanya puluhan yang datang. Hal ini mungkin disebabkan karena semalaman baik dosen, karyawan maupun mahasiswa tidak tidur dan adanya informasi yang didengar malalui radio dan televisi bahwa hari ini sekolah-sekolah diliburkan. (Indrawadi. Humas-UBH)