Sabtu, 30 Mei 2009
Universitas Bung Hatta
Guru Matematika Jangan Hanya Menjadi Penceramah
Guru jangan hanya menjadi penceramah yang membosankan alias monoton dalam mengajar. Apalagi mengajar matematika yang selama ini dianggap banyak siswa membosankan.
"Buatlah ilmu itu menarik agar para siswa mencintai ilmu tersebut sama dengan mencintai ilmu lainnya," kata Dr. Marsis, MPd, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan (FKIP) Universitas Bung Hatta di kampus Ulakkarang, padang, Sabtu (30/5/2009).
Menurut Marsis saat membuka Seminar Pendidikan Matematika "Inovasi Pembelajaran di Sekolah" se-Sumatera Barat itu, guru sebagai pendidik harus mampu berinovasi dalam proses mengajar belajar.
"Ini sangat perlu dalam menjawab persaingan perkembangan pendidikan saat ini," ujarnya di hadapan 270 mahasiswa calon guru, dosen, dan guru tak hanya dari berbagai institusi pendidikan di Sumatera Barat, juga dari Kerinci, Jambi.
Dengan mengajar yang inovatif, kata Marsis dalam acara yang digelar Himpunan Mahasiswa Jurusan Matematika FKIP Universitas Bung Hatta itu, siswa sebagai peserta didik yang akan menerima dan menerapkan ilmunya akan lebih mampu bersaing.
Menurut Marsis, inovasi pembelajaran sangat penting, terutama dalam pelajaran Matematika yang dianggap ilmu hantu atau sangat mengerikan bagi sebagian besar siswa atau mahasiswa.
"Sebenarnya banyak yang meminati Matematika karena sangat berkaitan dengan ilmu lain seperti Ekonomi, Perikanan, dan Sosial, tinggal bagaimana guru atau dosen mampu memberikan inovasi pembelajaran agar ilmu ini menjadi sangat menyenangkan dan tidak terfokus pada ilmu yang serius saja," katanya.
Sementara Wakil Rektor III Universitas Bung Hatta Susi Herawati mendukung pendapat Marsis. Menurutnya, kreativitas pembelajaran Matematka yang mudah dan menyenangkan, perlu terus dikembangkan. Matematika mesti diajarkan secara menarik dan terhubung dengan dunia nyata, sehingga siswa akan menyenanginya.
Untuk itu perlu kreativitas guru, misalnya dengan memanfaatkan metode pembelajaran Matematika yang berkembang di luar kelas.
"Jika memang bisa membantu terciptanya proses mengajar belajar yang menyenangkan, guru tidak perlu lagi menjadi penceramah, kini saatnya peserta didik diperlakukan secara utuh dan holistik sebagai manusia pembelajar yang akan menyerap pengalaman sebanyak-banyaknya melalui ilmu yang menarik dan menyenangkan," katanya.
*** baca juga di padangkini.com, padangmedia.com,