Industri Perikanan Harus Berbasis Kerakyatan Berita Terbaru
Jumat, 22 Desember 2006
Universitas Bung Hatta

Industri Perikanan Harus Berbasis Kerakyatan

Pemerintah Propinsi Sumatera Barat sudah seharusnya merealisasikan pengembangan industri perikanan yang berbasis kerakyatan kecil, menengah, dan yang berskala besar. Pengembangan industri tersebut sudah selayaknya dilakukan karena, sebagai salah satu propinsi yang memiliki potensi maritim terbesar di Barat Sumatera . Demikian disampaikan Ketua Program Pascasarjana Pesisir dan Kelautan Universitas Bung Hatta Dr. Ir. Junaidi ,MS di sela-sela diskusi perkuliahan aEkonomi Sumberdaya Perairana Program Pascasarjana Pengelolaan Sumberdaya Perairan,Pesisir dan Kelautan Universitas Bung Hatta, Sabtu (16/12). Menurut Juneidi, luas laut yang besar belum mampu memberikan penghasilan yang besar bagi pemda. Sebaliknya, potensi kekayaan laut justru banyak dirusak dengan cara pencemaran maupun berbagai tindakan yang melanggar hukum. "Potensi bahari kita demikian besar dan baru sebagian kecil yang dimanfaatkan. Kita menyadari, Pemda untuk mengembangkannya ada banyak kendala dan tantangan besar yang harus dihadapi," kata Tedi. Menurut catatan, ia menambahkan, selama ini sumbangan yang masuk melalui pendapatan nasional bruto dari potensi laut hanya sekitar 3 persen, sebuah angka yang kecil dibandingkan dengan potensi yang terkandung di dalamnya. Untuk mewujudkan apa yang dicita-citakan, Doktor yang juga staf pengajar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta ini mengimbau para investor yang berminat di sektor perikanan untuk segera menanamkan modalnya di bidang ini. Hal itu, lanjutnya, mengingat minat masyarakat terhadap sektor yang satu ini terbilang besar. [b]Sektor lain[/b] Potensi lain yang tidak boleh diabaikan, menurut nya, ialah industri wisata bahari dan industri kemaritiman lainnya. Sayangnya, peluang tersebut sampai saat ini belum disadari sepenuhnya oleh masyarakat dan pemerintah. Industri wisata bahari jika dikelola dengan benar, katanya, akan memberikan sumbangan yang besar bagi masyarakat setempat maupun pembangunan bangsa. Menurutnya lagi, industri penunjang lainnya yang tidak kalah penting adalah industri perkapalan dan pelayaran serta industri perikanan yang berbasis kerakyatan kecil, menengah. Pemkot memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan industri perkapalan, baik milik pemerintah maupun industri perkapalan rakyat. Sehubungan dengan akan digelarnya lomba memancing di Pesisir Selatan dan puncak peringatan hari bahri nusantara di Padang, ia mengatakan bahwa apa yang dilakukan Pemko Pesisir Selatan merupakan salah bentuk yang strategis dalam memposisikan sektor industri wisata maritim dalam bentuk olah raga yang merupakan salah satu andalan penghasil devisa. Sedangkan bagi Pemkot Pessel sendiri, iven lomba memancing yang berskala international ini adalah salah satu bentuk pengembangan industri kemaritiman berbentuk olah raga. Ia, yakin iven tersebut akan mendapat sambutan dan antusiasnya warga terhadap iven tersebut, sekaligus membuktikan bahwa dengan sendirinya masyarakat telah mencintai dan mendukung pengembangan industri kemaritiman khususnya industri wisata bahariindustri. Memang sudah seharusnya Pemerintah Propinsi menjadikan iven ini sebagai salah satu kelender tahunan. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, Ir. Fachri Syam, disela-sela kegiatan sharing public dengan wartawan tentang pengelolaan terumbu karang beberepa waktu lalu juga mengatakan bahwa, jika perhatian terhadap laut seimbang dengan perhatian di darat, bangsa ini kemungkinan terhindar dari krisis. "Ke depan, sesuai dengan ajakan Presiden saat peringatan hari nusantara, kita akan berusaha mengembangkan potensi kelautan," ucapnya.