Berita Terbaru
Selasa, 06 Oktober 2009
Universitas Bung Hatta
INVESTIGASI (RAPID ASSESMENT) BANGUNAN GEDUNG KAMPUS UNIVERSITAS BUNG HATTA
Pasca gempa 7.6 SR yang melanda Sumatera Barat, yang menimbulkan kerusakan yang cukup parah. Kampus Universitas Hatta yang keberadaannya di pinggir laut pun tidak luput dari berbagai kerusakan.
Namun demikian, rapat darurat pimpinan Universitas segera membentuk tim yang berasal dari ahli-ahli Fakultas Teknik Sipil Universitas Bung Hatta untuk segera memeriksa kelayakan gedung perkantoran dan perkuliahan yang rata-rata berlantai 3.
Tim yang di ketuai oleh Indra Farni yang ber-anggotakan Khadavi ,NH Kresna dan Hendri Warman telah melaksanakan nya sejak Sabtu, 3 September lalu. Tim bekerja cukup cepat dengan melibatkan relawan-relawan mahasiswa Teknik Sipil dan Perancanaan Universitas Bung Hatta maupun dari Teknik Industri untuk dibidang arus listrik.
Dari laporan hasil investigasi Tim membagi kriteri level kerusakan bangunan yakni level hijau dengan ciri-ciri bangunan tidak tampak kerusakan atau kapasitas sesmik tidak tanpak penurunan, indikasi kerusakan hanya terjadi retak-retak kecil baik pada dinding maupun tembok,kategori ini aman digunakan , kemudian level kuning, level ini buat sementara tidak dapat digunakan, indikasi kerusakan antara lain plester dinding banyak yang mengelupas, eternit berjatuhan, kerusakan ringan pada struktur atap, retak-retak besar pada diagonal tembok/dinding, retak-retak besar antara 2 lubang, retak-retak pada struktur balok, beton,kolom dan struktur dinding, tatpi tidak membahayakan, kerusakan parah pada bagian atap saja. Ketiga level merah, level ini tidak dapat dipergunakan sama sekali dengan indikasi kerusakan kerusakan parah pada struktur dan elemen gedung, remuk dan tekuknya baja di banyak tempat, struktur dinding rusak berat dan material remuk, sebagian atau seluruh bangunan telah runtuh.
Dalam laporan sementaranya ke Rektor Universitas Bung Hatta di Mesjid Nurjannah Universitas Bung Hatta (Selasa,6/10/09), beberapa gedung kuliah UBH termasuk kedalam level hijau dan kuning. Untuk kampus III yang berlokasi di Gunung Pangilun semua gedung dan perkantoran termasuk kedalam level hijau dan aman untuk di pergunakan, namun sebelum digunakan tim merokemendasikan dengan terlebih dahulu melakukan ; pemeriksaan instalasi listrik, pembersihan ruangan sesuai saran sebelumnya (standar K3), adakan pemeriksaan keselamatan terhadap bahan kimia berbahaya pada Labor dasar, Aula dan ruangan-ruangan labor dapat difungsikan sebagai ruang kuliah sementara. Sementara untuk gedung perkuliahan Pascasarjana Jl.Khatib Sulaiman, aman untuk digunakan dengan melakukan pembersihan terlebih dahulu pada elemen non struktural yang akan membahayakan.
Sementara itu untuk kampus utama (I) di Jalan Sumatera Ulak Karang, tim akan segera melaporkan dalam waktu dekat setelah beberapa peralatan yang tidak dimiliki UBH untuk memeriksa lebih detail, datang dari beberapa alumni/ahli dan beberapa perguruan tinggi yang mempunyai Teknik Sipil yang akan memberikan bantuan tenaga serta peralatan.(indrawadi-humas UBH)