JJSB dan Mahasiswa UBH Bagikan Peta Evakuasi Tsunami Berita Terbaru
Selasa, 05 Oktober 2010
Universitas Bung Hatta

JJSB dan Mahasiswa UBH Bagikan Peta Evakuasi Tsunami

Masih dalam suasana mengenang gempa 7,9 SR yang meluluhlantakkan sebagian besar kota Padang dan Padangpariaman setahun lalu, beberapa orang relawan mahasiswa Universitas Bung Hatta bekerja sama dengan Jaringan Jurnalis Siaga Bencana (JJSB) melakukan aksi simpatik dengan membagi-bagikan peta evakuasi tsunami kepada mahasiswa di Kampus I Universitas Bung Hatta dan bagi pengendara kendaraan bermotor dikawasan lampu merah Ulak Karang Padang . Mahasiswa UBH yang jadi relawan-relawan tersebut mendapatkan ratusan peta itu dari Jaringan Jurnalis Siaga Bencana (JJSB) untuk dibagikan kepada warga kampus dan warga sekitar kampus, karena kawasan tersebut temasuk rawan bencana. Menurut Koordinator JJSB Indonesia, John Nedy Kambang, peta tersebut dibuat atas kerja sama Pemerintah Kota Padang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padang dan Mercy Corp Inggris. JJSB selaku pihak yang membantu membagikannya agar tepat sasaran., ia juga mengatakan, peta dibagikan kepada kelompok masyarakat atau mahasiswa yang tinggal di kawasan Ulak Karang dan sekitarnya, lantaran daerah itu berada di kawasan pesisir pantai yang rawan tsunami. Peta berwarna sebesar 60x90 centimeter itu menampilkan gambar kota Padang dengan menandai daerah rawan tsunami dan kawasan aman yang dibedakan dengan warna pink muda dan kuning. Pada peta itu juga menunjukkan jalur-jalur evakuasi yang telah dibuat dan ditetapkan bagi warga untuk menyelamatkan diri apabila terjadi bencana tsunami di kota berpenduduk sekitar 800 ribu jiwa ini. John juga mengatakan, bahwa aksi simpatik yang dilakukan mahasiswa tersebut adalah inisiatif yang dilakukan sendiri oleh beberapa mahasiswa melalui bagian Humas Universitas Bung Hatta. Dengan membagi-bagikan peta evakuasi tsunami tersebut, mahasiswa maupun JJSB juga turut melakukan edukasi kepada masyarakat akan bahaya tsunami dan bagaimana cara megantisipasinya. Dalam peta yang dibagi-bagikan tersebut, terdapat beberapa daerah yang dinyatakan sebagai zona merah, atau daerah bahaya tsunami. Daerah tersebut membentang sepanjang Pantai Padang sampai ke Lubuk Buaya untuk arah utara ke selatan, sedangkan untuk arah timur, zona merah berkisar antara radius 3-5 KM dari bibir pantai. Selain memperlihatkan zona bahaya tsunami, peta ini juga dilengkapi dengan petunjuk-petunjuk terhadap apa saja yang harus dilakukan oleh masyarakat jika terjadi gempa yang berpotensi tsunami, dan juga nomor-nomor penting yang dapat dihubungi oleh masyarakat seperti PMI, Polisi, Rumah Sakit, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah.