Kepala BNPB Syamsul Maarif Tinjau Pelatihan Fasilitator di UBH Berita Terbaru
Rabu, 14 Juli 2010
Universitas Bung Hatta

Kepala BNPB Syamsul Maarif Tinjau Pelatihan Fasilitator di UBH

Kepala Badan Nasional Penanggulangan (BNPB), Dr. Syamsul Maarif, MSi, Rabu (14/7) berkunjung ke Universitas Bung Hatta. Kedatangan Syamsul Maarif, sekaligus meninjau dan melihat pelaksanaan pelatihan fasilitator Rehab Rekon Sumbar Pasca Gempa 2009. Pelatihan itu sendiri adalah tahap 2 yang di ikuti 247 orang fasilitator yang berlansung sampai dengan Kamis, 15 Juli nanti. Dalam pengarahan singkatnya terhadap peserta pelatihan, Syamsul Maarif mengatakan, Rehab Rekon Sumbar Pasca Gempa 2009, ditetapkan sejak Januari 2010 lalu. Setelah tahap tanggap darurat selesai. Pelaksanaan Rehab Rekon dilaksanakan oleh pemerintah daerah, mulai dari provinsi hingga kabupaten dan kota, selanjutnya menyusun secara rinci langkah langkah percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah pascagempa serta membantu mengkoordinasikan pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi sesuai kebijakan umum rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah pasca gempa. Menurutnya lagi daerah Sumatera Barat, memang merupakan salah satu daerah yang potensi bencananya cukup tinggi, a Karena itu tugas fasilitator adalah pelaku sejarah, pelaku sejarah untuk membuat kenyamanan bagi masyarakat, dan fasilitator harus mempunyai moto ahidup damai dengan bencanaa dan mengembangkanya pada masyarakata, ujarnya. Ia juga meminta ke setiap fasilitator agar tiap hari harus ada dilapangan, mendampingi, merencanakan dan membantu masyarakat korban gempa dalam rehap rekonstruksi. aIngat sebagai fasilitator bukanlah lapangan pekerjaan, tetapi tugas mulia yang di emban untuk kenyamanan masyarakat, dan semua fasilitator ada karena ribuan orang yang menunggua ujarnya tegas. Usai meninjau pelatihan, rombongan BNPB, didampingi pimpinan dan instruktur pelatihan, melihat gedung-gedung Universitas Bung Hatta pascagempa. Dalam peninjauan itu, Syamsul Maarif, menantang dan menugaskan pihak Universitas untuk mengkaji lagi dan menelaah peraturan-peraturan tentang bangunan yang telah ada sebelumnya, serta merencanakan kedepan struktur bangunan yang ramah terhadap bencana gempa.