Kiat Mencari Kerja Dari Rektor 'sip deh' Berita Terbaru
Sabtu, 30 April 2005
Universitas Bung Hatta

Kiat Mencari Kerja Dari Rektor 'sip deh'

ILMU yang diperoleh di perguruan tinggi tidak cukup untuk mendapatkan sebuah pekerjaan yang diinginkan, tapi juga dibutuhkan kiat-kiat khusus agar mudah menembus lapangan kerja. “Bagi yang telah lulus dan ingin mencari pekerjaan dibutuhkan kiat khusus. Kiat itu “Sip deh”,” kata Rektor Universitas Bung Hatta (UBH), Yunazar Manjang, kemarin saat Studium General untuk calon wisudawan UBH yang bertajuk “ Menyikapi Peluang Usaha Dalam Merebut Usaha Jasa” yang digelar oleh DPP Alumni UBH. Menurut Yuanazar, kondisi bangsa Indonesia yang masih terpuruk oleh krisis ekonomi menyebabkan peluang kerja semakin sulit didapatkan. Hanya orang-orang yang tangguh dan memiliki kiat-kiat khusus yang akan diterima oleh dunia kerja. Bagi calon pencari kerja, sebaiknya menggunakan kiat ‘sip deh’ agar dapat menembus lapangan kerja dengan mudah. Kiat itu adalah silaturrahmi, intropeksi diri, program, disiplin, etos kerja dan hasrat. Setelah lulus, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah membuka hubungan silaturrahmi dengan orang lain. Bagaimana pun bagusnya nilai yang diperoleh, tanpa mampu mengembangkan hubungan silaturrahmi maka pekerjaan itu sulit untuk didapatkan. Informasi pekerjaan akan mudah didapat dengan banyak membuka hubungan silaturrahmi. Setelah itu lakukan intropeksi diri yang dimaksudkan untuk menanyakan kepada diri sendiri, kenapa orang lain bisa. Biasanya, orang yang melakukan intropeksi diri, meski pun nilainya pas-pasan akan jauh lebih berhasil karena dia mau belajar dan berusaha. Menurut Yuanazar, seorang lulusan juga harus membuat program. Yakni sebuah program kerja yang akan dilakukan pada esok harinya. Disiplin diri dan etos kerja juga sangat menentukan. Melakukan segala sesuatu hal itu harus sungguh-sungguh dan tidak gampang mengeluh. Setelah semua itu dilakukan, maka hal paling penting untuk menaklukan dunia kerja itu adalah hasrat atau kemauan. “Tanpa ada keinginan untuk maju, maka pekerjaan itu akan sulit didapat. Dalam ajaran Islam kita juga menyebutkan, Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum jika tidak kaum itu yang merubahnya,” ujarnya. Sementara itu Ketua DPP Alumni UBH diwakili Sahindra mengatakan, makin bertambahnya jumlah pengangguran menjadi isu pokok di Indonesia. Hal ini disebabkan karena Indonesia masih berkutat dengan krisis moneter ditambah lagi dengan berbagai bencana yang terjadi belakangan ini. Meski dihadapkan dengan kondisi yang sulit, tapi diharapkan para calon wisudawan tidak langsung patah hati untuk bersaing mendapatkan pekerjaan. “Kita berharap dengan studium general ini menjadi energi bagi para calon wisudawan untuk bersaing dengan ribuan pencari kerja lainnya di Indonesia. Para alumni akan memberikan kiat-kiat yang akan menjadi bekal dalam menghadapi dunia kerja,” ujarnya. Menurut Ketua Pelaksana, A.D Erizal, yang mengikuti studium general tersebut merupakan calon wisudawan UBH. Hadir menjadi pembicara, H. Alizaldi (Ketua DPD Alumni Jabodetabek), Suhardi Sara, SH (Ketua DPD Alumni Sumut),Erlim,SH (Mantan Sekretaris DPP Alumni UBH) dan H. Thamrin Basyar (Ketua PUSKUD Sumbar). (Ira- Wartawan Haluan)